Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

182 Ton Sampah di Cibinong Setiap Hari! Ini Solusi DLH Bogor

badge-check


					Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya terkait banyaknya sampah yang terjadi di kawasan Cibinong. (Foto: Erwin) Perbesar

Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya terkait banyaknya sampah yang terjadi di kawasan Cibinong. (Foto: Erwin)

BOGORISTIMEWA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor angkat suara terkait tingginya jumlah sampah di Kecamatan Cibinong yang mencapai 182 ton per hari pada tahun 2024.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor pada tahun 2024, Kecamatan Cibinong menjadi peringkat pertama penyumbang sampah terbanyak dengan mencapai 182 ton per harinya.

Kemudian disusul oleh Kecamatan Gunung Putri dengan 147 ton per hari, Cileungsi 137 ton per hari, Bojonggede 135 ton per hari, dan Citeureup 110 ton per hari.

Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki perencanaan yang jelas untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Roadmapnya itu akan kita tutup TPAS Galuga, dan TPAS Nambo akan kita buka. Ke depan, sampah ini harus terselesaikan di hulunya dan proses pemilahannya,” ujar Teuku Mulya kepada wartawan, Kamis, (4/9/2025).

Teuku menyebut, pihaknya ke depan akan membuat pengelolaan sampah organik dan non organik secara detail.

“Sampah organik sudah pasti menjadi kompos, dan sampah non anorganik seperti plastik-plastik, botol aqua bisa jadi bahan baju dan sebagainya karena itu ada obsekernya. Jadi, ke depan semuanya dipilah agar menjadi sampah yang berguna,” katanya.

Menurut Teuku, jika pengelolaan sampah dilakukan dengan cara yang tepat akan menghasilkan sesuatu yang berguna.

“Sampah yang paling parah itu seperti plastik-plastik ciki dan pampers, tapi kalau dikelola secara tepat bisa jadi Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar untuk pabrik semen,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Teuku meminta masyarakat dari tingkat RT/RW merubah cara berpikir dalam pengelolaan sampah.

“Asalkan mindset dan budayanya dulu diubah, mulai dari lingkungan keluarga, RT/RW, desa, dan kecamatannya. Itu kira-kira roadmap kita ke depan yang akan kita coba selesaikan,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya