Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Konservasi Air dan Udara, PPLI Tanam Ratusan Pohon Bambu Betung di Nambo

badge-check


					Konservasi Air dan Udara, PPLI Tanam Ratusan Pohon Bambu Betung di Nambo Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), perusahaan pengelola limbah B3 dan non-B3 yang berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan, menanam 160 pohon Bambu Betung (Dendrocalamus asper) di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis air yang kerap melanda saat musim kemarau dan sebagai solusi berbasis alam untuk memperkuat daya dukung lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Environment Compliance Sustainability (ECS) PPLI, yang digerakkan oleh tim internal Young Innovators. Kegiatan ini turut melibatkan karyawan dari berbagai divisi, seperti Sales, Operation, Technical, dan Oil & Gas, sebagai wujud kolaborasi lintas fungsi dalam menjalankan misi keberlanjutan perusahaan.

“Bambu Betung dikenal sebagai tanaman konservasi yang efektif. Ia mampu menyerap air dalam jumlah besar, memperkuat struktur tanah untuk mencegah erosi, serta menyerap polutan dari udara. Ini adalah solusi alami yang sejalan dengan semangat PPLI dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Arum Tri Pusposari, Manajer Humas PPLI (23/07).

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup KLH, Bambu Betung memiliki beberapa keunggulan ekologis, antara lain:

1. Sistem akar kuat dan dalam, berfungsi menahan tanah dan mencegah erosi.

2. Kemampuan daya serap tinggi terhadap air, yang membantu meningkatkan resapan air tanah dan mengurangi limpasan permukaan.

3. Menstabilkan struktur tanah, sehingga mengurangi risiko longsor.

Selain fungsi konservasi, penanaman bambu ini juga diharapkan berkontribusi dalam mereduksi bau yang dapat timbul dari aktivitas pengelolaan limbah.

 “Akar bambu mampu menyerap zat-zat penyebab bau dari tanah dan air, serta menyaring polutan. Selain itu, proses fotosintesisnya juga meningkatkan kualitas udara dengan menghasilkan oksigen,” jelas Diah, perwakilan dari Divisi Sales PPLI.

Langkah ini menunjukkan komitmen PPLI dalam mengintegrasikan pendekatan berbasis alam dalam operasionalnya, tidak hanya untuk memastikan kepatuhan lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem di sekitar lokasi perusahaan. (Gus) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya