BOGORISTIMEWA.com – Krisis air bersih melanda SMPN 2 Citeureup yang berada di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani mengatakan bahwa kejadian itu diketahui pada Kamis, (31/7/25).
“Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan sumber mata air warga berkurang dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya,” ujar Adam Hamdani dalam keterangannya, Sabtu, (2/8/25).
Akibatnya, lanjut Adam, 620 orang yang meliputi staf pengajar dan siswa terdampak krisis air bersih.
“Jumlahnya kurang lebih 620 jiwa, yakni staf pengajar dan siswa,” tuturnya.
Mengatasi hal itu, Adam mengaku telah membantu mendistribusikan 10 ribu liter air bersih dari Kantor BPBD Kabupaten Bogor selama dua hari.
“Sudah 10 ribu liter air bersih dikirim, tapi saat ini masih membutuhkan air untuk kebutuhan kegiatan belajar dan mengajar serta berwudhu,” tutupnya. (Erwin)






