Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Benarkah Racun Kalajengking Punya Khasiat Obat? Ini Penjelasan Dokter IPB University

badge-check

Benarkah Racun Kalajengking Punya Khasiat Obat? Ini Penjelasan Dokter IPB University Perbesar

Ilustrasi kalajengking. (Pixabay)

BOGORISTIMEWA.com – Pada sebagian masyarakat Indonesia, masih ada yang memanfaatkan kalajengking sebagai obat. Menanggapi hal tersebut, dr Widya Khairunnisa Sarkowi, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, memberikan penjelasan ilmiah mengenai potensi racun kalajengking dalam dunia medis.

Menurut dr Widya, dalam literatur pengobatan tradisional Tiongkok, spesies Chinese scorpion (Buthus martensii Karsch) telah digunakan selama lebih dari seribu tahun untuk mengobati berbagai penyakit seperti stroke, epilepsi, dan rematik.

“Dalam beberapa penelitian modern, racun kalajengking memang ditemukan mengandung zat aktif yang dapat memengaruhi saluran ion dalam sel saraf dan otot. Efeknya meliputi pereda nyeri, antikejang, hingga potensi antikanker,” jelasnya melansir laman IPB, Jumat (12/9/25).

Namun, ia menekankan bahwa spesies kalajengking di Indonesia umumnya berasal dari kelompok Heterometrus, yang berbeda dengan spesies yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Bukti ilmiah penggunaan kalajengking lokal masih sangat terbatas dan baru berada pada tahap penelitian laboratorium.

Kalajengking diketahui menghasilkan racun yang terdiri dari berbagai protein dan peptida. Zat-zat ini bekerja pada saluran listrik alami tubuh, seperti ion natrium, kalium, dan kalsium, yang penting untuk fungsi saraf, otot, dan sistem imun.

“Penelitian dari Sigilipu tahun 2022 menunjukkan bahwa peptida dari kalajengking Indonesia dapat menghambat saluran kalium yang berhubungan dengan aktivasi sel imun, dan ini mungkin bermanfaat bagi penyakit autoimun seperti lupus,” tambah dr. Widya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa mengonsumsi kalajengking secara langsung sangat tidak dianjurkan karena bisa berbahaya. Racunnya dapat menimbulkan nyeri hebat, pembengkakan, gangguan saraf, hingga masalah serius pada jantung dan pernapasan.

“Respons tubuh terhadap racun sangat tergantung pada jumlah dan jenis spesiesnya. Tetapi secara umum, risiko keracunan jauh lebih besar dibandingkan potensi manfaatnya jika dikonsumsi tanpa pengolahan ilmiah,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya proses penelitian ilmiah yang panjang, mulai dari laboratorium, uji hewan, hingga uji klinis pada manusia sebelum menyimpulkan bahwa racun kalajengking aman dan bermanfaat bagi kesehatan.

“Sebagai akademisi, kami menyarankan masyarakat untuk tidak menggunakan kalajengking sebagai obat secara sembarangan. Potensinya memang ada, tapi masih dalam tahap awal penelitian dan belum terbukti aman bagi manusia,” pungkas dr Widya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Jul 2026 - 13:38 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan
Trending di Bogor Raya