Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

IPB Rumah bagi 50 Spesies Serangga Penyerbuk

badge-check


					IPB Rumah bagi 50 Spesies Serangga Penyerbuk Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Serangga memberikan peranan vital dalam mendukung lingkungan, tak terkecuali bagi kampus IPB University. Lebah sebagai polinator, rayap sebagai dekomposer, hingga kumbang pemakan kotoran (dung beetle) yang membantu daur ulang energi. Hewan-hewan kecil ini mungkin tampak sepele, tetapi dari kerja sunyi mereka ekosistem tetap lestari.

Peran serangga penyerbuk tak kalah vital. Kehadirannya mampu meningkatkan jumlah buah (fruit set) atau biji yang terbentuk (seed set). Andil mereka sangat penting dalam menjaga keanekaragaman tanaman melalui proses penyerbukan silang untuk mendukung produktivitas tanaman.

Di sekitar kampus IPB Dramaga, setidaknya ada 50 spesies serangga pengunjung bunga berhasil diidentifikasi dari empat ordo Hymenoptera, Lepidoptera, Diptera, dan Coleoptera. Serangga penyerbuk ini didominasi dari kelompok lebah Apis mellifera, A. cerana, A. dorsata, dan Tetragonula laeviceps.

“Hal ini, karena lebah mempunyai sifat sosial (social insect) dan berkoloni,” ujar pakar serangga sekaligus dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University, Nadzirum Mubin melansir laman IPB, Jumat (10/10/25).

Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap serangga sebagai hama yang merugikan. Di bayangan mereka, serangga berarti hanya nyamuk, lalat, dan kecoa. Padahal, Nadzirum mengatakan, serangga hama hanya sedikit sekali porsinya.

“Justru, porsi besar dihuni oleh serangga bermanfaat yang memberikan banyak jasa lingkungan. Termasuk untuk produksi pangan, konservasi tanaman liar, hingga menjaga kestabilan rantai makanan,” terangnya.

Alih fungsi lahan menjadi tantangan terbesar. Maraknya pembangunan menyebabkan sumber pakan mereka menghilang. Akibatnya, serangga penyerbuk mau tak mau berpindah mencari lokasi sumber pakan.

Bagi Nadzirum, agar keberadaan serangga tetap terjaga, perlu ada gerakan konservasi serangga penyerbuk. Caranya sederhana, dengan menanam tanaman sebagai pakan mereka.

“Tidak harus tanaman berbunga atau tanaman hias, tetapi bisa juga tanaman pertanian/hortikultura seperti cabai, tomat, dan mentimun,” ungkap Nadzirum.

Keragaman tanaman yang melimpah di kampus IPB University mampu mendukung keberadaan serangga penyerbuk. Selain mendukung ekologi, tanaman hias dapat mempercantik lingkungan kampus, sedangkan tanaman hortikultura meningkatkan produksi sehingga dapat bernilai ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan memperbanyak tanaman berbunga, IPB University menjadi habitat ramah serangga sekaligus pusat edukasi pentingnya pelestarian serangga penjaga ekosistem ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tinjau MBG di SDN Babakan Madang 03, Semangati Siswa Menuju Generasi Emas 2045

25 Juni 2026 - 13:53 WIB

Trending di Bogor Raya