Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Komnas PA Akan Buka Kantor Perwakilan di Kabupaten Bogor, Imbas Tingginya Kasus Kekerasan Anak

badge-check


					Komnas PA Akan Buka Kantor Perwakilan di Kabupaten Bogor, Imbas Tingginya Kasus Kekerasan Anak Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) berencana membuka kantor perwakilan resmi di Kabupaten Bogor imbas tingginya kasus kekerasan terhadap anak.

Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait mengatakan bahwa Kabupaten Bogor tidak memiliki perwakilan Komnas PA meski kasus kekerasan terhadap anak tinggi.

Agus menilai, peran Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor saat ini kurang efektif dalam mengawasi, melindungi, dan memenuhi hak-hak terhadap anak.

“Sebenarnya kita di Kabupaten Bogor belum ada perwakilan, makanya kemarin kita ada kawan-kawan dari Kabupaten Bogor,” ujar Agus kepada wartawan di Cibinong, Jumat, (12/12/2025).

Oleh karena itu, menurut Agus, pembentukan Komnas PA di Kabupaten Bogor dinilai efektif untuk mengatasi tingginya kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi.

“Nanti kita akan bentuk Komnas PA di Kabupaten Bogor biar jadi perwakilan kita karena data-data pelaporan dari Kabupaten Bogor tinggi sekali untuk kekerasan anak,” paparnya.

Agus menyebut, tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bogor kerap disebabakan oleh peran orang tua yang melupakan fungsinya.

“Sering kali ayah itu hanya bertugas sebagai pencari nafkah, sehingga angka fatherless kita tinggi sekali. Ayah sebetulnya ada, tapi kelihatannya ga ada karena ga hadir di rumah,” cetusnya.

“Kemudian peran ibu sebagai pendidikan karakter yang baik buat anak itu dilupakan oleh ibu, sehingga anak sibuk bermain media sosial dan menerima berbagai informasi yang seharusnya tidak diterima,” tambahnya.

Imbas persoalan itu, Agus ingin secapatnya pemerintah mengambil langkah untuk mengatasi tingginya kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bogor.

“Ini permasalahan terbesar yang terjadi, sehingga ini menjadi kegagalan bagi kita semua, termasuk pemerintah,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tinjau MBG di SDN Babakan Madang 03, Semangati Siswa Menuju Generasi Emas 2045

25 Juni 2026 - 13:53 WIB

Trending di Bogor Raya