Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat meninjau langsung lokasi munculnya asap di area PT Antam UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Rabu (14/1/26). (Bogoristimewa)
BOGORISTIMEWA.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor meninjau langsung lokasi munculnya asap di area PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Rabu (14/1/26), menyusul beredarnya video di masyarakat yang menimbulkan berbagai spekulasi.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan resmi dari pihak PT Aneka Tambang, peristiwa munculnya asap terjadi pada pukul 00.30 WIB dini hari, dan pada jam tersebut tidak terdapat aktivitas operasional penambangan yang sedang berlangsung.
“Di Kabupaten Bogor, izin usaha pertambangan yang resmi hanya dimiliki oleh PT Aneka Tambang. Lokasi munculnya asap berada di dalam wilayah izin usaha pertambangan Antam. Setelah kami melakukan pengecekan langsung dan berkoordinasi bersama pimpinan PT Aneka Tambang, dipastikan tidak ada korban karyawan,” tegas Rudy.
Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya korban dalam jumlah besar, Bupati Bogor menegaskan informasi tersebut tidak benar. Isu yang berkembang disebabkan oleh kesalahpahaman penyebutan istilah level di area tambang.
“Yang benar adalah level 700, bukan korban 700 orang. Tidak ada karyawan yang terjebak atau menjadi korban. PT Aneka Tambang telah melakukan verifikasi dan memastikan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas penambangan,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan di lokasi, diketahui bahwa pada saat kejadian kadar CO (karbon monoksida) sempat mencapai 1.200 ppm, namun menjelang sore hari telah turun menjadi sekitar 100 ppm. Adapun ambang batas aman berada di angka 25 ppm.
Pihak PT Aneka Tambang bersama instansi terkait akan kembali melakukan pengecekan dan verifikasi lanjutan setelah kadar gas benar-benar dinyatakan aman.
Sebelumnya diberitakan, Heboh adanya kabar terkait 700 orang diduga tewas akibat menghirup gas beracun di kawasan pertambangan Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu, (14/1/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 700 orang yang merupakan karyawan Antam dikabarkan tewas saat berada di dalam lubang pertambangan tersebut.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna mengaku belum bisa memastikan kebenaran terkait informasi tersebut.
“Beredar isu 700 orang tewas katanya, tapi jujur itu infonya belum diketahui kebenarannya,” ujar Ucup kepada BogorUpdate.com saat dikonfirmasi via seluler.
Ucup menyebut, tewasnya 700 orang yang diduga karena gas beracun itu belum bisa dipastikan sepenuhnya benar.
“Belum tentu gas beracun, belum tentu juga longsor yang menimpa karyawan Antam,” paparnya.
Mengatasi isu liar tersebut, Ucup mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian akan melakukan pengecekan.
“Intinya belum bisa dipastikan ya karena kita belum bisa masuk ke kawasan Antam, masih nunggu keputusan pihak Antam dulu baru bisa masuk ke dalam karena ga bisa asal masuk orang luar,” tutupnya. (**)






