Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Pakar IPB University Ini Usulkan Pembentukan Badan Ekonomi Syariah Nasional

badge-check


					Pakar IPB University Ini Usulkan Pembentukan Badan Ekonomi Syariah Nasional Perbesar

Pakar Ekonomi Syariah IPB University, Dr Irfan Syauqi Beik. (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Pakar Ekonomi Syariah IPB University, Dr Irfan Syauqi Beik mengemukakan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah nasional. Salah satunya pembentukan Badan Ekonomi Syariah Nasional.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University ini menyoroti pentingnya ekonomi dan keuangan syariah di tengah kondisi ekonomi global yang kurang stabil. Ia menjelaskan bahwa banyak negara sedang mencari sumber pertumbuhan baru untuk memulihkan ekonomi mereka, dan salah satu jawabannya adalah ekonomi syariah.

“Ekonomi syariah menawarkan peluang besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan di Indonesia,” ungkapnya dalam acara Festival Ekonomi Syariah Jawa 2024 yang diadakan oleh Bank Indonesia Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Di tengah dorongan global untuk digitalisasi dan inovasi, Dr Irfan mengusulkan pembentukan Badan Ekonomi Syariah Nasional sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan industri halal dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah internasional. Menurutnya, badan ini akan memiliki dua fungsi utama: koordinasi dan eksekusi.

Fungsi koordinasi melibatkan pengaturan hubungan dengan otoritas yang sudah ada seperti zakat, wakaf, dan industri keuangan, tanpa mengambil alih peran mereka. Sementara fungsi eksekusi fokus pada penguasaan dan pengembangan industri halal, termasuk promosi produk halal Indonesia di pasar internasional.

“Badan ini harus mampu memanfaatkan pasar global dan menjadikan Indonesia sebagai pusat transaksi ekonomi syariah internasional,” kata Dr Irfan.

Ia juga menekankan perlunya memanfaatkan kemajuan digital dan inovasi untuk memperkuat ekonomi syariah. Ia menunjukkan bahwa meski Indonesia berada di posisi ketiga dalam ranking global ekonomi syariah, potensi pasar masih sangat besar, terutama di sektor industri halal yang masih berkembang.

“Saat ini, kita lebih banyak menjadi konsumen daripada pemasok dalam teknologi dan produk halal. Kita harus mengubah hal ini,” tambahnya.

Pentingnya langkah ini semakin diperjelas dengan adanya regulasi terbaru yang mengakui peran ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Dengan adanya dukungan regulasi, Dr Irfan berharap agar langkah-langkah strategis ini dapat diimplementasikan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya