Menu

Mode Gelap
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan Dispora Kabupaten Bogor Lakukan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni di Jasinga 35 Mahasiswa dan 10 Dosen Universitas Muhamdiyah Cirebon Lakukan Observasi ke PPOM dan NPCI Kabupaten Bogor

Bogor Raya

Pakar IPB Tawarkan Pendekatan Nexus untuk Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

badge-check


					Pakar IPB Tawarkan Pendekatan Nexus untuk Masa Depan Pertanian Berkelanjutan Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Sektor pertanian menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Perubahan iklim, degradasi sumber daya alam, dan peningkatan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan populasi menjadi isu utama yang perlu diatasi.

Untuk menjawab tantangan ini, transformasi holistik dan inovatif menuju pertanian berbudaya industri menjadi suatu keharusan. Hal ini dapat dicapai melalui integrasi teknologi, manajemen modern, dan prinsip keberlanjutan.

Melansir situs IPB, Sabtu (8/2/25) Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Setyo Pertiwi mengatakan, salah satu tantangan utama untuk transformasi adalah keterputusan antara inovasi hasil penelitian dan penerapannya di lapangan. Pada akhirnya, teknologi baru sering tidak dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

“Kesenjangan antara perekayasa teknologi dan masyarakat pengguna membuat banyak hasil penelitian kurang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan sistematis yang menghubungkan penelitian, adopsi teknologi, model bisnis berkelanjutan, dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Ia menawarkan pendekatan berbasis nexus yang menjadi solusi integratif. Pendekatan ini menghubungkan elemen-elemen seperti penelitian, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu kerangka kerja.

“Dalam konteks ini, teknik pertanian (agricultural engineering), teknik sistem (system engineering), dan informatika pertanian (agricultural informatics) memainkan peran sentral dalam menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mendukung keberlanjutan,” ujar Prof Setyo Pertiwi.

Lanjutnya, pemikiran tersebut mengadopsi Nexus Air-Energi-Pangan yang diperkenalkan oleh World Economic Forum pada 2011, tetapi lebih menekankan keterkaitan antara penelitian fundamental, pengembangan solusi praktis yang berbasis skala usaha, penerapan model bisnis berkelanjutan, dan kesejahteraan petani.

“Sinergi antara teknik sistem, informatika pertanian, dan kerangka kerja nexus pengembangan pertanian berkelanjutan menjadi pendekatan strategis untuk mengatasi tantangan keterputusan antara inovasi teknologi dengan penerapannya di lapangan untuk pertanian berkelanjutan,” ungkapnya.

Prof Setyo memaparkan, dalam nexus ditekankan adanya satu elemen, yaitu pengembangan solusi berbasis skala usaha. “Ini berkaitan dengan pengembangan solusi yang sesuai untuk petani kecil, petani menengah, petani besar, bahkan untuk corporate. Kemampuan terhadap penerapan teknologi tentu berbeda-beda. Dengan pendekatan sistem, analisis kebutuhan dapat dilakukan secara sistematis,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Istimewa! RSUD Bakti Pajajaran Raih Penghargaan Zona Integritas WBK dari KemenPAN-RB

11 Februari 2026 - 15:48 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung

5 Februari 2026 - 19:10 WIB

Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua

5 Februari 2026 - 18:34 WIB

Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan

5 Februari 2026 - 16:35 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan

5 Februari 2026 - 14:37 WIB

Trending di Bogor Raya