Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

TNGHS Pastikan Gunung Salak Tetap Aman Dilintasi Pendaki Meski ada Macan Tutul Jawa Berkeliaran

badge-check


					TNGHS Pastikan Gunung Salak Tetap Aman Dilintasi Pendaki Meski ada Macan Tutul Jawa Berkeliaran Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Seekor macan tutul Jawa terekam kamera trap saat sedang berkeliaran di Gunung Salak atau kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kabupaten Bogor.

Usai terekam kamera, sontak potret macan tutul yang berkeliaran tersebut menjadi viral di media sosial.

Kepala Seksi (Kasi) Wilayah II Bogor Balai Besar TNGHS, Dudi Mulyadi mengatakan bahwa potret macan tutul Jawa itu terekam kamera trap pada Minggu, (16/3/25) lalu.

Dudi menjelaskan, saat itu pihaknya sengaja memasang kamera trap untuk mengevaluasi kondisi ekosistem, memantau populasi satwa kunci, dan memastikan efektivitas upaya konservasi habitat serta spesies kunci.

Sehingga, kamera secara otomatis merekam satwa apapun yang melintas di kawasan TNGHS, termasuk macan tutul Jawa.

“Kemunculan ini menunjukkan bahwa ekosistem dan habitat satwa liar di kawasan Gunung Halimun Salak masih terjaga dengan baik,” ujar Dudi Mulyadi dalam keterangannya, Kamis, (15/5/25).

Bukan hanya satu ekor, Dudi memperkirakan ada puluhan ekor Macan Tutul Jawa yang hidup di kawasan TNGHS.

“Diperkirakan masih ada puluhan ekor macan tutul Jawa yang mendiami kawasan tersebut,” tuturnya.

Meski begitu, Dudi meyakini bahwa kawasan tersebut masih aman untuk dilintasi para pendaki walaupun ada macan tutul Jawa yang berkeliaran.

Pasalnya, menurut dia, macan tutul Jawa akan menghindari manusia karena peka terhadap bau keringat.

“Selama pendaki tidak mengganggu habitat dan perilaku satwa liar, maka aktivitas pendakian tetap aman,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026

5 Maret 2026 - 10:30 WIB

Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

4 Maret 2026 - 22:08 WIB

Trending di Bogor Raya