Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Angin Kencang Jadi Persoalan Serius di 2024, Ini Antisipasi BPBD Kabupaten Bogor di 2025

badge-check


					Angin Kencang Jadi Persoalan Serius di 2024, Ini Antisipasi BPBD Kabupaten Bogor di 2025 Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengungkap ada sebanyak 906 kejadian angin kencang telah memporak-porandakan warga Bumi Tegar Beriman selama periode 2024.

Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Dedi Sutisna mengatakan bahwa bencana alam angin kencang menjadi problematika serius yang dihadapi pihaknya pada 2024.

Bahkan, berdasarkan data yang dihimpunnya selama 2024 ada total 1.711 bencana alam yang didominasi oleh angin kencang dengan 906 kejadian di 40 kecamatan, dan 343 desa.

Lalu disusul oleh tanah longsor dengan 528 kejadian, banjir 77, kekeringan 58, non alam seperti orang hanyut dan penemuan mayat 55, pergerakan tanah 46, gempa bumi 37, dan kebakaran hutan atau lahan sebanyak empat kejadian.

“Betul disini angin kencang paling tinggi, kemarin kan di 2024 itu banyaknya cuaca ekstrem yang awalnya cuma hujan terus dilanjut dengan angin kencang, dan petir juga,” ujar Dedi Sutisna kepada BogorUpdate.com via seluler, Sabtu (8/3/25).

Meski tingginya kejadian angin kencang pada 2024, Dedi mengungkapkan hanya satu orang yang tewas dalam bencana alam tersebut.

“Kalo selama 2024 itu tiga orang yang meninggal dari berbagai peristiwa, cuma khusus angin kencang ada satu orang yang di kecamatan Pamijahan karena tertimpa bangunan roboh gudang penampungan ikan hias,” ungkapnya.

Adapun, sebanyak 4.108 unit rumah alami kerusakan pada 2024. Dengan rincian 2.605 rumah rusak ringan, 1.191 rusak sedang, 313 rusak berat, 489 rumah terancam ambruk, dan 3.014 rumah terendam banjir.

Untuk menanggulangi maraknya korban jiwa di 2025, Dedi bakal terus gencar memberikan himbauan kepada warga Kabupaten Bogor untuk menghindari tempat-tempat yang rawan ambruk.

“Kalo menanggulanginya mungkin kita kasih imbauan ke masyarakat untuk selalu waspada karena cuaca saat ini masih anomali terkadang hujan dan panas,” paparnya.

“Kita kasih imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada apabila terjadi hujan disertai angin kencang, upayakan jangan keluar rumah atau berdiri di bawah pohon karena laporannya juga banyak pohon tumbang,” pungkasnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya