Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Angka Kematian Bayi Baru Lahir di Kabupaten Bogor Tinggi, Plt Kadinkes: Karena Jumlah Penduduk Terbanyak

badge-check


					Angka Kematian Bayi Baru Lahir di Kabupaten Bogor Tinggi, Plt Kadinkes: Karena Jumlah Penduduk Terbanyak Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 800 bayi yang baru lahir di Kabupaten Bogor berakhir meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty di kawasan Cibinong, Selasa, (13/5/25).

“Jumlah kematian bayi kita ga bicara angka, tapi jumlah kematiannya di tahun 2024 itu 800-an bayi baru lahir (berakhir meninggal dunia),” ungkap Fusia Meidiawaty kepada wartawan.

Fusia menyebut, tingginya jumlah itu membuat Kabupaten Bogor menempati peringkat pertama di Jawa Barat (Jabar) kasus kematian bayi baru lahir.

“Kalau kematian ibunya itu sekitar 85, cukup tinggi di Jawa Barat. Kita di Jawa Barat masih di tingkat pertama,” tuturnya.

Fusia berkilah bahwa tingginya angka itu disebabkan jumlah kepadatan penduduk yang terjadi di Kabupaten Bogor, sehingga angka kematiannya menjadi tinggi.

“Karena Kabupaten Bogor itu terbesar di Jawa Barat dengan penduduk paling banyak, secara dengan jumlah penduduk yang berkali-kali lipat dari kabupaten lain ya artinya masih logis,” bebernya.

“Sebenarnya kalau diproporsikan menjadi angka secara statistik mungkin kita tidak yang pertama, tapi ini yang dilihat adalah jumlah,” tambahnya.

Untuk menekan tingginya kematian bayi baru lahir tersebut, Fusia mengaku bakal terus mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin.

“Periksa hamil teratur, deteksi kehamilan mengoptimalkan peran dan fasilitas kesehatan agar deteksi dini tanda-tanda kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir itu terdeteksi sejak awal. Kabupaten Bogor ini sudah hampir 100 rumah sakit memiliki USG, jadi bisa mendeteksi lebih awal tanda-tanda kegawatdaruratan,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya