BOGORISTIMEWA.com – Suasana meriah tampak memenuhi halaman Kantor Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Karang Taruna setempat sukses menggelar Gebyar HUT RI ke-80, dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat silaturahmi warga. Sabtu (6/9/25).
Acara berlangsung penuh semangat kebersamaan. Sejak pagi, masyarakat tumpah ruah mengikuti senam sehat dan jalan santai.
Lalu bergantian ditampilkan paduan suara PKK, persembahan seni dari anak-anak perangkat desa, lomba tari, hingga karaoke yang mengundang tawa sekaligus tepuk tangan penonton.
Tidak kalah menarik, 18 stand UMKM lokal ikut meramaikan acara, terdiri dari 16 stand kuliner dan 2 stand pernak-pernik khas warga. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa perayaan kemerdekaan juga dapat menjadi wadah untuk menggerakkan ekonomi desa.
Sekretaris Desa Cikeas Udik sekaligus Ketua Panitia, Imam Artha Kusuma, mengatakan bahwa acara ini memang dirancang sebagai ruang kebersamaan.
“Kami ingin masyarakat antusias, RT dan RW bisa berkumpul bersama warganya. Harapannya kegiatan berjalan lancar, sukses, dan masyarakat dapat merasakan semangat kemerdekaan,” ucap Imam kepada wartawan.
Selain itu, masyarakat juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari RS Permata Gunung Putri, yang menambah nilai sosial dalam perayaan tahun ini.
Sementara itu, Kepala Desa Cikeas Udik, Miptahul Palah, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas desa di tengah momentum HUT RI.
“Pesan kami kepada masyarakat, mari bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan desa. Kami juga mengimbau agar para pemuda tidak ikut serta dalam aksi demo, tapi lebih baik menyalurkan energi dalam kegiatan positif seperti ini,” tegasnya.
Selanjutnya Ia juga menyampaikan, dua tahun lalu, Pemdes Cikeas Udik pernah menggelar karnaval dan lomba lainnya antar RW. Tahun ini, konsepnya dibuat lebih variatif dengan lomba tari dan karaoke sehingga masyarakat semakin terhibur.
“Perayaan HUT RI ke-80 di Cikeas Udik tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga ajang memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui UMKM. Semangat merah putih benar-benar terasa menyatu dengan keceriaan warga desa,” pungkasnya. (Gus)






