Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Bikin Kumuh, Pemdes Kemang Tertibkan Bangunan Liar

badge-check


					Bikin Kumuh, Pemdes Kemang Tertibkan Bangunan Liar Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menertibkan sejumlah bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Kemang-Parung pada Jumat (15/8/25).

Penertiban dilakukan karena keberadaan bangunan tersebut dianggap merusak estetika lingkungan dan menimbulkan kesan kumuh.

Kepala Desa Kemang, Entang Suana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin “Jumat Bersih” (Jumsih) yang dilakukan bersama warga. Terlebih, kegiatan kali ini juga dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

“Selain membersihkan lingkungan, kami bersama warga juga menertibkan bangunan liar, terutama yang sudah tidak digunakan dan ditinggalkan begitu saja. Bangunan seperti itu langsung kami bongkar,” ujar Entang kepada wartawan.

Menurutnya, banyak bangunan yang tidak lagi difungsikan namun tetap dibiarkan berdiri, sehingga membuat lingkungan terlihat kumuh dan tidak terurus. Penertiban dilakukan atas inisiatif bersama antara warga dan pemerintah desa.

“Bangunan kosong berpotensi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bahkan bisa dijadikan tempat nongkrong anak jalanan. Daripada dibiarkan, lebih baik dibongkar,” tegas Entang.

Ia juga menambahkan bahwa imbauan untuk menertibkan bangunan di atas saluran irigasi telah disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, mengingat potensi penyebab banjir yang ditimbulkannya.

“Kalau bangunan berdiri di atas saluran air, risikonya besar. Bisa menghambat aliran dan menyebabkan banjir. Jadi, kami bergerak cepat untuk membongkarnya,” tutupnya. (Dyn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya