Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

BPBD Sebut Relokasi Warga Bojong Koneng Tak Bisa Dilakukan Sembarangan

badge-check


					BPBD Sebut Relokasi Warga Bojong Koneng Tak Bisa Dilakukan Sembarangan Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Keinginan sejumlah warga Kampung Curug RT 01 dan 02 RW 09, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang yang minta direlokasi usai terdampak pergeseran tanah menjadi persoalan serius.

Pasalnya, ada 67 unit rumah yang hancur akibat pergeseran tanah sehingga warga kelimpungan untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, para warga ingin Pemerintah Daerah (Pemda) ambil langkah untuk relokasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan bahwa jajaran Pemda yang didukung oleh pemerintah pusat yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) siap melakukan relokasi.

“Tapi itu butuh proses yang agak lumayan panjang dan kami juga harus melihat masyarakatnya juga harus bersedia atau tidak, ada beberapa lokasi juga masyarakat menolak untuk pindah. Prinsipnya kita mencari yang terbaik, penawaran dari BNPB RI seperti itu kami menyambut baik tapi pelaksanaannya ada proses,” ujar Ade Hasrat kepada wartawan, Rabu, (5/3/25).

Oleh karenanya, Ade menegaskan proses relokasi tidak bisa asal dilakukan.

“Relokasi ada prosedur sendiri, kita harus menentukan lokasinya di mana dan seperti apa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ade menghimbau kepada warga yang saat ini masih berada di tempat pengungsian untuk selalu waspada akan potensi bencana yang kembali terjadi.

“Perkiraan dari BMKG curah hujan sampai dengan tanggal 6 (Maret 2025) itu masih cukup ekstrem. Kami menghimbau agar tetap waspada, menghindari tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi tempat celaka seperti pinggiran sungai karena daerah kita sering terjadi banjir,” pungkasnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya