Cibinong, BogorUpdate.com – Sebanyak 224 inovasi tersaji dalam agenda tahunan Gelar Inovasi Daerah (GID) 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Kecamatan Cibinong, Kamis, (11/12/2025).
Diketahui, agenda tahunan yang telah memasuki tahun ke-10 dengan tema ‘Inovasi sebagai Pintu Gerbang Menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang’ itu digelar sebagai wadah lahirnya gagasan, karya, dan solusi inovatif dari berbagai sektor pembangunan.
Ketua Panitia GID 2025, Bambam Setia Aji mengatakan bahwa agenda rutin tahunan pada edisi 2025 ditujukan untuk memilih inovasi terbaik yang nantinya bakal diintegrasikan ke dalam Sistem Inovasi Daerah (SIDA) sesuai amanat Peraturan Bersama Menristek Nomor 3 Tahun 2012 dan Mendagri Nomor 36 Tahun 2012.
“Tahun ini GID mencatat angka partisipasi tertinggi sepanjang penyelenggaraan, dengan 224 inovasi dari perangkat daerah, puskesmas, pelajar, mahasiswa, perguruan tinggi, peneliti, dan masyarakat umum,” ujar Bambam kepada wartawan.
Selain enam kategori utama, kata Bambam, GID 2025 juga menghadirkan program baru Pemilihan Duta Inovasi Desa yang diikuti 15 inovasi mahasiswa peserta KKN.
Dia menambahkan, proses seleksi telah berlangsung sejak Mei hingga Oktober melalui pendaftaran, seleksi administrasi, presentasi inovasi, dan fact finding oleh tim penilai dari unsur pemerintah, akademisi, dan dunia usaha.
“Dari keseluruhan inovasi yang diajukan, telah dipilih inovasi terbaik yang menerima penghargaan pada acara puncak,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengapresiasi seluruh inovator yang telah menghadirkan gagasan dan kerja nyata bagi pelayanan publik serta pembangunan daerah.
Rudy menyebut, inovasi bukan sekadar ide baru, melainkan keberanian untuk berubah, keluar dari zona nyaman, dan menghadirkan solusi terhadap persoalan nyata masyarakat.
“Kabupaten Bogor tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama, kita membutuhkan cara-cara baru yang lebih cepat, tepat, dan berdampak. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besar anggaran, melainkan kecerdasan dalam mengelolanya,” kata Rudy.
Menurut Rudy, penghargaan GID bukan tujuan akhir, melainkan jadi pemicu semangat agar inovasi terus dikembangkan dan direplikasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Maka, tambah dia, inovasi yang baik adalah inovasi yang mampu memperkuat pelayanan publik, mendorong ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta adaptif.
“Oleh karena itu, pelajar dan mahasiswa harus menjadi agen perubahan melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi,” tuturnya.
Selain itu, Rudy juga mengajak kepada dunia usaha, komunitas, dan media untuk bersama-sama membangun ekosistem inovasi yang hidup, produktif, dan berkelanjutan.
“Kabupaten Bogor tidak bisa dibangun oleh satu orang atau satu kelompok, Kabupaten Bogor harus dibangun dalam semangat kebhinekaan oleh orang-orang yang mencintainya dengan hati, jiwa, pikiran, dan perasaan,” tutupnya. (Erwin)






