Menu

Mode Gelap
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan Dispora Kabupaten Bogor Lakukan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni di Jasinga 35 Mahasiswa dan 10 Dosen Universitas Muhamdiyah Cirebon Lakukan Observasi ke PPOM dan NPCI Kabupaten Bogor

Bogor Raya

Istimewa, Mahasiwa IPB Cetuskan Program Ananta untuk Tingkatkan Kemampuan Bina Diri Anak Down Syndrome


					Istimewa, Mahasiwa IPB Cetuskan Program Ananta untuk Tingkatkan Kemampuan Bina Diri Anak Down Syndrome Perbesar

Mahasiwa IPB University rilis Program Ananta. (IST)

BOGOROSTIMEWA.com – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) IPB University cetuskan program penguatan self-care agency bagi anak down syndrome di Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI). Program ini dinamai ‘Ananta’ atau Anak Down Syndrome Istimewa, dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan bina diri anak down syndrome di sana.

“Ananta adalah program untuk menguatkan self-care agency dengan menggunakan metode Avatar-Experience pada anak down syndrome di Yayasan Diffable Action Indonesia untuk meningkatkan kemampuan bina diri mereka melalui program yang kreatif dan menarik,” ucap Ganta, salah satu tim PKM-PM.

Ganta mengungkapkan, sebagian besar anak down syndrome belum terlatih dengan kemandirian berupa daily living skills (berpakaian, makan, dan minum secara mandiri), dan tingkat fokus yang masih rendah. Selain itu, secara personal, mereka juga belum bisa mengetahui namanya sendiri dan keluarganya.

“Anak down syndrome cenderung fokus pada kegiatan yang disenanginya, sehingga sulit memahami instruksi dari pengajar dan bekerja sama. Sejumlah permasalahan tersebut menjadi latar belakang tercetusnya program Ananta ini,” paparnya.

Dijelaskan Ganta, program yang diusung tim PKM-PM IPB University ini menyajikan suatu program dengan menggunakan metode avatar-experience. Metode ini diadopsi dengan rujukan BF Skinner, modification behavior dengan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan dan meningkatkan perilaku yang diharapkan dari anak-anak down syndrome.

“Kemampuan bina diri dapat dibentuk melalui tiga pilar, yaitu self-help behavior, social behavior, work oriented behavior dengan cara pembentukan perilaku (behavior shaping),” paparnya.

Tiga pilar tersebut, kata dia, akan dicapai melalui empat experience learning dengan penanaman nilai-nilai kehidupan seperti api, air, udara, dan bumi. Program Ananta terdiri dari Jumpa Ananta, Experience 1: Ananta’s Story, Experience 2: The Pieces of Ananta, Experience 3: Journey of Ananta, dan Experience 4: It’s me, Ananta.

Tim PKM-PM Ananta terdiri dari Ganta Gaffrila, Farhansyah, Ahmad Darmawan, Dwi Liroka dan Qur’atul Aini serta didampingi dosen pembimbing Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo.

“Kami berharap bahwa nantinya anak down syndrome ini akan menjadi anak yang istimewa,” pungkas Ganta. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Supersun Hadir di Kampung Cisadon, PLN Perluas Akses Listrik hingga Pelosok

14 Februari 2026 - 14:40 WIB

Istimewa! RSUD Bakti Pajajaran Raih Penghargaan Zona Integritas WBK dari KemenPAN-RB

11 Februari 2026 - 15:48 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung

5 Februari 2026 - 19:10 WIB

Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua

5 Februari 2026 - 18:34 WIB

Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan

5 Februari 2026 - 16:35 WIB

Trending di Bogor Raya