BOGORISTIMEWA.com – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, melakukan peninjauan terhadap kondisi bangunan SDN Sasanawiyata 02 yang berada di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Dalam kunjungannya, ia menilai kondisi sekolah tersebut cukup memprihatinkan karena sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Ferry mengaku prihatin melihat fasilitas pendidikan yang dinilai kurang layak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar para siswa.
Menurutnya, selama dirinya menjabat sebagai anggota DPRD, masih ditemukannya sekolah dengan kondisi seperti itu menjadi perhatian serius.
“Ini menjadi evaluasi bagi saya. Selama tujuh tahun menjabat sebagai anggota dewan, ternyata masih ada sekolah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujarnya pada Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, bangunan SDN Sasanawiyata 02 telah berdiri sejak tahun 1982. Hingga saat ini, sekolah tersebut disebut belum pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru dari pemerintah.
Ferry menilai kondisi bangunan sekolah tersebut perlu segera mendapat penanganan karena selain mengurangi kenyamanan dalam proses belajar mengajar, juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
Ia menjelaskan, beberapa bagian bangunan sudah terlihat rapuh, termasuk tiang penyangga yang mulai lapuk serta struktur beton yang mengalami keretakan.
“Kondisi bangunan sudah cukup mengkhawatirkan. Karena itu, kami menilai perlu dilakukan pembangunan baru, bukan hanya sekadar perbaikan ringan,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut demi menjamin keamanan dan kenyamanan siswa dalam menjalani kegiatan belajar di sekolah.
Selain itu, Ferry bersama sejumlah anggota DPRD dari Dapil I juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.
Menurutnya, perbaikan atau pembangunan kembali sekolah tersebut diharapkan dapat direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun 2026 ataupun pada APBD tahun 2027.
“Ini menyangkut masa depan generasi bangsa, sehingga kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah ini,” ujarnya.






