Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Lapar Mata Saat Beli Santapan Buka? Pakar IPB Ingatkan Dampak Overbuying

badge-check


					Lapar Mata Saat Beli Santapan Buka? Pakar IPB Ingatkan Dampak Overbuying Perbesar

Pakar Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Dr Megawati Simanjuntak. (Dok IPB)

BOGORISTIMEWA.com – Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Islam. Selama sebulan penuh, umat muslim diwajibkan menahan hawa nafsu dengan berpuasa. Namun, tak jarang masyarakat kesulitan mengendalikan hawa nafsu, seperti terjebak dalam perilaku konsumtif dan overbuying.

Terkait overbuying, Pakar Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Dr Megawati Simanjuntak menyampaikan overbuying merupakan tindakan seseorang untuk membeli barang atau jasa secara berlebihan.

“Biasanya perilaku overbuying dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang seharusnya dan memang sering kali terjadi saat Ramadan. Tentu saja segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk overbuying karena memang lebih banyak dampak negatifnya,” ujar Dr Megawati Simanjuntak melansir situs IPB, Rabu (5/3/25).

Di bulan Ramadan, overbuying paling sering terjadi saat menjelang berbuka. Di meja makan, biasanya tersaji makanan berat seperti nasi dan lauk pauk, ditambah kolak dan gorengan, es buah, serta kurma sebagai menu takjil. “Tentu ini sudah berlebihan dan tidak baik untuk kesehatan dan pengeluaran,” ucapnya.

Dr Megawati mengurai, overbuying biasanya terjadi karena lapar mata ketika menjelang berbuka.

“Overbuying bisa dipicu karena seharian berpuasa dan dalam kondisi lapar, jadi angan-angannya perlu beli makanan yang banyak,“ ujarnya.

Perilaku semacam ini, lanjut dia, juga kerap terjadi saat mendekati hari raya atau lebaran. “Saat menjelang Idulfitri, biasanya orang terpikir harus membeli baju baru, menyiapkan makanan yang memang menjadi ciri khas lebaran, seperti rendang, ketupat, opor ayam bahkan aneka kue,” ungkapnya.

Belum lagi, dengan media sosial hari ini, overbuying juga bisa dipicu karena tren atau fear of missing out (FOMO). “Ada yang viral, harus ikut beli. Ada tren sedikit, harus ikut coba. Itu juga jadi penyebab masyarakat overbuying.”

“Lebaran tahun lalu, misalnya, ada tren baju shimmer. Padahal, mungkin bajunya hanya bisa dipakai sekali saja, jadinya mubazir karena tidak akan digunakan lagi,” ucapnya lagi.

Dr Megawati juga memberikan tips agar masyarakat bisa terhindar dari overbuying. Hal paling utama, kata dia, adalah manajemen dan perencanaan keuangan, yakni dengan cara membuat daftar apa saja yang dibutuhkan.

“Jangan tergoda dan lapar mata ketika akan berbuka sehingga membeli semua makanan yang sebenarnya berlebihan. Perlu diingat bahwa fokus Ramadan ini adalah berlomba-lomba untuk kebaikan,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar mengurangi konsumsi berlebihan. Sebab, kata dia, hal itu bisa mengaburkan fokus beribadah. “Kurangi juga bermain media sosial dan scroll e-commerce karena media tersebut yang menyebabkan masyarakat menjadi FOMO, apalagi dengan maraknya live streaming jualan,” sebutnya.

“Jangan tergoda dengan kata-kata limited edition dan diskon besar-besaran karena itu hanya trik marketing. Belanja dan beli seperlunya saja,” tutup Dr Megawati. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya