Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

LKSA INH Fokus Bangun Sekolah Rakyat di 2026

badge-check


					LKSA INH Fokus Bangun Sekolah Rakyat di 2026 Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) International Networking for Humanitarian (INH) menegaskan komitmennya memperkuat pelayanan sosial bagi anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa melalui rapat kerja kedua yang digelar pada 2025.

Dalam agenda yang berlangsung selama dua hari itu, LKSA INH tidak hanya mengevaluasi capaian tahun berjalan, tetapi juga merumuskan program strategis untuk 2026.

Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim, mengatakan bahwa rapat kerja tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur efektivitas program, sekaligus membangun arah kebijakan baru yang lebih berdampak.

“Selama dua hari, Jumat dan Sabtu kemarin kami LKSA melakukan raker, kami melakukan evaluasi sambil mematangkan rencana kerja untuk Tahun 2026 mendatang,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/11/2025).

Luqman menegaskan bahwa ke depan LKSA INH tidak hanya fokus pada pengasuhan anak yatim, piatu, dan dhuafa, tetapi juga berencana berkontribusi pada pembangunan sekolah rakyat sebagai sarana pendidikan yang inklusif.

“Semoga kami bisa membangun dan mengelola sekolah rakyat agar lebih berguna dalam melayani anak yatim, piatu dan dhuafa, hingga nantinya bisa membantu mengentaskan angka kemiskinan di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ketua LKSA INH, Istiqomah, menambahkan bahwa pembangunan sekolah rakyat merupakan cita-cita besarnya untuk mencetak generasi yang lebih mandiri dan berkarakter.

“Dengan sekolah rakyat, nantinya anak yatim, piatu dan dhuafa bisa dibina akhlaknya dan ditingkatkan keterampilan hidupnya agar mereka bisa hidup mandiri dan keluar dari jurang kemiskinan,” tuturnya.

“Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan amal jariyah. Oleh karena itu, kami ingin membentuk generasi tangguh, generasi penerus bangsa Indonesia.”

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan LKSA INH dalam mewujudkan sekolah rakyat tersebut.

“Pemkab Bogor bisa saja bekerja sama dengan seluruh LKSA, termasuk INH, dalam membangun dan mengelola sekolah rakyat. Saya senang mereka punya kemauan, semangat dan tenaga membantu kami mengentaskan kemiskinan di Bumi Tegar Beriman,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya