Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Paslon Rudy Susmanto-Jaro Ade Unggul Telak Raih 72,06 Persen Suara, Bayu-Musya 27,94

badge-check


					Paslon Rudy Susmanto-Jaro Ade Unggul Telak Raih 72,06 Persen Suara, Bayu-Musya 27,94 Perbesar

LSI Denny JA merilis quick count Pilbup Bogor pada Rabu malam, 27 November 2024. (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA bersama Sigi LSI Network merilis hasil hitung cepat atau quick count Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada Rabu malam, 27 November 2024.

Dalam hasil itu, pasangan calon (paslon) Bupati nomor urut satu, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi atau Jaro Ade unggul jauh dengan perolehan suara yang mencapai 72,06 persen.

Sedangkan paslon nomor urut dua, Bayu Syahjohan dan Musyafaur Rahman hanya meraih 27,94 perolehan suara.

Peneliti LSI Denny JA, Anggit Gustriadi mengatakan bahwa paslon nomor urut satu sudah bisa dipastikan memang dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tersebut.

“Jika melihat data saat ini, pasangan nomor urut satu bisa dipastikan menang dalam kontestasi Pilkada 2024,” ujar Anggit Gustriadi kepada wartawan saat konferensi pers di Hotel Harris Sentul, Kabupaten Bogor.

Anggit menuturkan, survei itu dilakukan pada 250 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Kabupaten Bogor.

“Teknik pengumpulan data yang kami gunakan yaitu mengunakan aplikasi berbasis android dan SMS secara acak, sebagai alternatif dengan margin of error kurang lebih satu persen,” tuturnya.

Lebih lanjut, dalam data itu dirinya menyoroti rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada 2024 tersebut.

Menurutnya, rendahnya partisipasi pemilih di tahun ini disebabkan adanya kekecewaan dari sebagian pendukung paslon yang memilih bergabung ke dalam koalisi gemuk.

“Faktor cuaca dan kurangnya pertarungan yang kurang sengit,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya