Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Pemdes Tlajung Udik Pebaiki 30 Rumah Tidak Layak Huni Lewat Program BSPS


					Pemdes Tlajung Udik Pebaiki 30 Rumah Tidak Layak Huni Lewat Program BSPS Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024, Pemerintah Desa (Pemdes) Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor merenovasi 30 rumah warga yang dinilai tidak layak huni atau rusak.

Masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan program BSPS tahun 2024 sebesar Rp 20 juta. Adapun biaya rincian yang dikeluarkan, ntuk matrial bangun sebesar Rp 17,5 juta dan tukang Rp 2,5 juta.

“Program BSPS yang dikerjakan di Desa Tlajung Udik ini mengutamakan rumah-rumah yang memiliki kontribusi swadaya. Namun, bagi yang tidak memiliki swadaya seperti rumah tidak layak huni kami prioritaskan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ucap TPK BSPS Nurdin kepada Bogorupdate.com, Jumat (10/1/25).

Selanjutnya Ia mengatakan, bahwa renovasi rumah program BSPS tersebut dilakukan secara serentak pada 30 rumah. Sebagian sudah ada yang selesai dan ada juga yang baru mencapai 80%.

“Pembangunan ini tidak sepenuhnya dari dana program BSPS, masih bisa pakai dana swadaya masyarakat. Karena ini lebih berfokus pada penguatan struktur bangunan agar lebih kokoh. Sebagian rumah sudah selesai dan ada juga yang masih 80 persen pengerjaan,” ungkapnya.

“Program BSPS ini menunjukkan komitmen pemerintah Desa Tlajung Udik dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan hunian yang layak dan aman,” sambungnya.

Sementara salah satu penerima bantuan Jubaedah (59) mengungkapkan, rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah kepada dirinya sambil terbata-bata menangis.

“Senang banget, saya bersyukur dan berterima kasih. Sebelumnya rumah saya sudah rusak, gentengnya hancur, banyak yang bocor, bahkan takut ambruk kalau hujan deras,” katanya.

Jubaedah, yang tinggal bersama anak, menantu, dan dua cucunya, menceritakan perjuangannya bertahan hidup dengan berjualan nasi dan lauk.

“Alhamdulillah sekarang saya bisa hidup lebih nyaman dan aman. Terima kasih kepada pihak desa dan semua yang telah membantu,” pungkasnya. (Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya