Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Pilkada 2024 jadi Alasan Kasatpol PP Kabupaten Bogor Tidak Bongkar Hibisc Fantasy 

badge-check


					Pilkada 2024 jadi Alasan Kasatpol PP Kabupaten Bogor Tidak Bongkar Hibisc Fantasy  Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid menjadi sorotan dibalik pembongkaran Hibisc Fantasy di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, Cecep sempat menghilang dan mengaku tak tau saat ada pembongkaran yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada Kamis, 6 Maret 2025 lalu.

“Tidak tau (ada kunjungan Dedi Mulyadi),” ujar Cecep Imam Nagarasid kepada wartawan di kawasan Cibinong, Kamis (13/3/25).

Bahkan sebelum Dedi Mulyadi nekat melakukan pembongkaran, arahan tersebut diketahui sejak lama telah disampaikan oleh DPKPP Kabupaten Bogor untuk membongkar lahan yang tak berizin dengan adanya beberapa peringatan kepada Cecep.

Namun, lagi-lagi Cecep berkelakar bahwasannya tidak dibongkarnya bangunan tersebut karena sedang ada pesta demokrasi atau Pilkada 2024, sehingga dirinya mempertimbangkan untuk membongkar.

“Itu (peringatannya) dilakukan DPKPP kemudian dilimpahkan ke kita. Mengingat waktu itu kan Pilpres, Pilkada jadi kita pertimbangkan dan mereka sedang proses perizinan,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya hanya memberikan beberapa peringatan karena untuk pembongkaran dinilai ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.

“Masih ingat ga waktu zamannya pak Iwan Setiawan? (Bupati Bogor). Saat itu solar sudah diisi, petugas sudah di atas dan surat perintah 1,2,3 sudah keluar ternyata waktu itu tidak jadi dibongkar karena ada surat perintah yang dikeluarkan oleh Bupati dan ada hal lain yang dipertimbangkan pak Kapolres saat itu kondisi tidak memungkinkan, tidak kondusif,” tuturnya.

Cecep menyebut, sejauh ini langkah yang dilakukan oleh pihaknya telah tepat dengan memberikan beberapa tindak pidana ringan (tipiring) sebelum pembongkaran dilakukan.

“Kita pun melakukan tahapan, kita sudah melakukan tipiring dan penghentian kegiatan. Maksudnya ketika dilakukan tipiring supaya dia memproses perizinan, dan dia berupaya untuk kemarin kan merubah site plan,” bebernya.

Lebih lanjut, Cecep mengaku tidak mempermasalahkan dibongkarnya Hibisc Fantasy secara langsung oleh Dedi Mulyadi.

“Itu biarlah, saya tidak ada masalah sekarang pembongkaran dilakukan oleh pak Gubernur. Kita membantu menebalkan,” pungkasnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya