Menu

Mode Gelap
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan Dispora Kabupaten Bogor Lakukan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni di Jasinga 35 Mahasiswa dan 10 Dosen Universitas Muhamdiyah Cirebon Lakukan Observasi ke PPOM dan NPCI Kabupaten Bogor

Uncategorized

Ramdani Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah untuk Organisasi Sosial

badge-check


					Ramdani Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah untuk Organisasi Sosial Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Penggiat sosial asal Gunung Putri, Ramdani, menyoroti peran pemerintah dalam memfasilitasi organisasi maupun komunitas sosial yang lahir dari kebijakan negara.

Ia menilai, pekerja sosial yang seharusnya menjadi ujung tombak pelayanan kemanusiaan justru kerap berjalan tanpa dukungan memadai.

Menurut Ramdani, pemerintah sering kali hanya melahirkan kebijakan atau program yang membentuk organisasi sosial, tetapi setelah itu membiarkannya tanpa dukungan berkelanjutan.

“Semua organisasi sosial yang lahir dari kebijakan pemerintah seharusnya terperhatikan dan terfasilitasi secara maksimal. Jangan sampai sudah dibentuk, tapi tidak diberi gizi yang cukup untuk bergerak,” tegas Ramdani.

Selanjutnya Ia menegaskan, pekerja sosial yang menjadi bagian dari ekosistem kebijakan justru tidak merasakan manfaat serupa.

Padahal, menurutnya, dukungan seperti itu sangat vital agar pergerakan sosial tidak terhambat oleh persoalan operasional, transportasi, maupun kebutuhan dasar para relawan.

“Akhirnya banyak pergerakan sosial yang berjalan pincang, bahkan terkesan seperti calo-calo sosial. Mereka kekurangan bensin, operasional, dan dukungan logistik. Bagaimana bisa maksimal kalau yang melahirkan tidak memberi gizi?” sindirnya.

Lebih lanjut Ramdani menegaskan, ketika seseorang sudah terjun ke dunia sosial, motivasi utamanya harus berasal dari hati nurani dan kepedulian kemanusiaan, bukan semata urusan kerja formal.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah tetap memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk memfasilitasi pekerja sosial yang lahir dari kebijakan negara.

“Kalau bicara sosial, ya bicara hati. Kalau tidak berangkat dari hati, pekerja sosial akan cepat lapar. Tapi di sisi lain, yang punya langkah strategis adalah pemerintah. Karena pekerja sosial ini lahir dari rahimnya pemerintah, maka mereka harus difasilitasi dan diberi gizi, supaya bisa terus bergerak untuk masyarakat,” pungkasnya. (Gus) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Istimewa! Atlet Sepeda Kabupaten Bogor Bersinar di BK Porprov Jabar 2025

1 Desember 2025 - 13:03 WIB

Dimas Anugrah Rachmat Resmi Nahkodai Karang Taruna Cileungsi 2025-2030

15 November 2025 - 22:34 WIB

Bupati Bogor Lantik 247 PPPK Penuh Waktu Tahap II dan Serahkan SK CPNS

2 Oktober 2025 - 16:56 WIB

BPBD Kabupaten Bogor Catat ada 65 Bencana Alam Usai Diguyur Hujan Lebat Selama 2 Hari

13 Agustus 2025 - 15:57 WIB

Tunjuk Fadliyansyah jadi Ketua BP3-PP Kabupaten Bogor, Daulat: Paling Pantas

6 Juli 2025 - 18:26 WIB

Trending di Uncategorized