BOGORISTIMEWA.com – Aula Kantor Kecamatan Dramaga menjadi saksi pertemuan penting antara warga dan wakil rakyat pada Rabu, (11/2/26).
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2025–2026, agenda konstitusional yang membuka ruang dialog langsung antara masyarakat dan legislatif.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Tegar Beriman, menciptakan nuansa kebersamaan yang menegaskan bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, memberikan sambutan dan mengapresiasi kehadiran anggota DPRD.
“Reses ini harus menjadi wadah efektif bagi warga untuk menyampaikan aspirasi. Kami berharap sinergi antara pemerintah kecamatan dan DPRD semakin erat, sehingga pembangunan bisa dirasakan secara merata,” katanya.
Rombongan DPRD Dapil IV dipimpin oleh Ketua Komisi IV, H. Wasto, S.Hut, yang menegaskan bahwa reses bukan sekadar formalitas.
“Kami hadir untuk mendengar langsung suara masyarakat, menghimpun aspirasi, dan memastikan setiap masukan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Wasto.
Sesi tanya jawab menjadi bagian paling hidup dalam reses. Warga menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari perbaikan jalan, peningkatan layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi lokal.
Beberapa warga menekankan dukungan bagi usaha kecil dan menengah, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Anggota DPRD dari Fraksi PPP, M. Hasani, S.T., menegaskan komitmennya:
“Semua masukan akan dicatat dan diperjuangkan. Partisipasi warga sangat penting, dan aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD.”
Selain isu infrastruktur dan ekonomi, warga juga menyoroti sektor pendidikan. Mereka berharap adanya perhatian lebih terhadap fasilitas sekolah dan program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu.
Anggota DPRD menjanjikan akan mengawal aspirasi ini agar menjadi prioritas kebijakan daerah.
Acara ditutup dengan doa bersama, menegaskan harapan kolektif agar setiap aspirasi tidak berhenti di forum, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata.











