Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Reses di Kemang, Anggota DPRD Jabar Prasetyawati Sosialisasikan Program Pangan Mandiri

badge-check


					Reses di Kemang, Anggota DPRD Jabar Prasetyawati Sosialisasikan Program Pangan Mandiri Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Dalam agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2024-2025, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Prasetyawati, mengajak masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan mulai dari lingkungan rumah tangga melalui program Buruan Mandiri Pangan.

Program ini digagas sebagai upaya untuk memperkuat kemandirian pangan dan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di Kecamatan Kemang, Prasetyawati menjelaskan bahwa Buruan Mandiri Pangan menitikberatkan pada pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, kangkung, dan tanaman sayur lainnya.

“Kita ajarkan dari dasar, mulai dari bagaimana mengolah media tanam, membuat pupuk dari limbah organik, hingga memelihara ayam dan ikan. Semua ini membentuk satu ekosistem kecil yang dapat menopang kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujar Prasetyawati, yang akrab disapa Ibu Pras.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan bahwa program tersebut juga mencakup edukasi tentang pengelolaan sampah mandiri.

Masyarakat diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing, dengan tujuan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), khususnya di TPA Galuga yang saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas.

“Sampah basah bisa diolah jadi pupuk kompos, sementara sampah kering bisa dijual atau didaur ulang. Jika pola seperti ini menjadi kebiasaan, tidak hanya beban sampah berkurang, tetapi juga ada manfaat ekonomi yang didapat warga,” jelasnya.

Lebih jauh, Prasetyawati menegaskan bahwa ketahanan pangan keluarga adalah solusi konkret dalam menghadapi tekanan ekonomi.

Ia meyakini bahwa dengan kemandirian pangan, masyarakat tetap bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari meski dalam kondisi keuangan terbatas.

“Kalau kita punya telur, sayur, dan bumbu hasil dari kebun sendiri, meski tidak ada uang pun kita tetap bisa makan. Ini yang ingin kami tanamkan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Melalui program ini, Prasetyawati berharap warga Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bogor, dapat hidup lebih mandiri dan sadar lingkungan, serta ikut berkontribusi dalam mengurangi persoalan sampah dan menciptakan ketahanan pangan secara berkelanjutan. (Dyn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya