BOGORISTIMEWA.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya revitalisasi total di wilayah Kecamatan Bogor Tengah untuk memperkuat citra kawasan tersebut sebagai wajah atau “etalase” Kota Bogor.
Hal itu disampaikan Dedie saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Tengah di Hotel Onih, Kamis (15/1).
Dalam arahannya, Dedie menilai Bogor Tengah masih menghadapi tantangan besar terkait keteraturan wilayah. Padahal, kawasan ini memiliki sejumlah titik strategis seperti Alun-Alun Bogor dan pusat kuliner yang seharusnya menjadi representasi kota yang rapi dan bersih.
“Tantangan terbesar Bogor Tengah adalah bagaimana menata kembali wilayah ini sebagai etalase kota. Saat ini masih perlu banyak sentuhan agar benar-benar mencerminkan Kota Bogor secara keseluruhan,” ujar Dedie.
Salah satu fokus utama penataan adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dinilai masih belum tertib. Pemerintah Kota Bogor saat ini tengah menyiapkan serangkaian perlakuan khusus (treatment) untuk menata ulang sejumlah ruas jalan ikonik.
Beberapa ruas yang masuk dalam skema penataan antara lain Jalan Dewi Sartika, Sawo Jajar, Nyi Raja Permas, MA Salmun, hingga kawasan Merdeka.
“Treatment sedang kami persiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat menjadi solusi permanen agar Bogor Tengah tertata rapi, bersih, dan teratur,” tegasnya.
Selain penataan PKL, Dedie juga menekankan pentingnya kelancaran proyek pembongkaran pasar di sejumlah titik. Ia meminta kawasan yang bersinggungan langsung dengan proyek tersebut, seperti Lawang Seketeng, Pedati, Jalan Roda, Jalan Bata, hingga Surya Kencana, untuk segera disterilkan.
Langkah tersebut dilakukan demi efisiensi waktu dan keamanan selama proses konstruksi yang melibatkan alat berat.
“Saya mengimbau pedagang untuk segera pindah ke Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua. Jalan Roda tidak bisa lagi digunakan PKL karena akan ditutup untuk akses truk dan alat berat. Jika masih bertahan, risikonya ditanggung sendiri,” katanya.
Dedie juga menginstruksikan Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, beserta seluruh lurah untuk secara masif melakukan sosialisasi rencana pemindahan pedagang. Ia menegaskan tidak ingin lagi melihat kesan kumuh di pusat kota.
“Bogor Tengah tidak boleh lagi terlihat semrawut. Kita ingin membangun kota berdasarkan data dan keteraturan,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal hasil Musrenbang serta instruksi Wali Kota guna memastikan program pembangunan tahun 2026 berjalan sesuai rencana. (Abizar)






