Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

RSUD Bakti Pajajaran Menuju WBK, Siap Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

badge-check


					RSUD Bakti Pajajaran Menuju WBK, Siap Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Perbesar

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika (kanan) bersama Dirut RSUD Bakti Pajajaran, dr. Yukie Meistisia A. Satoto (tengah) dan Kepala Dinkes, dr. Fusia Meidiawaty (kiri). (Ist)

BOGORISTIMEWA.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bakti Pajajaran atau yang dulu dikenal RSUD Cibinong, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan agar RSUD Bakti Pajajaran harus terus meningkatkan kualitas dan integritas pelayanan demi meraih kepercayaan masyarakat.

Hal itu disampaikannya pada pertemuan wawancara Kementerian PAN-RB dengan Direktur RSUD Bakti Pajajaran dan jajarannya, dalam rangka pembangunan Zona Integritas RSUD Bakti Pajajaran menuju Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), di Ruang Rapat I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (2/9/25).

Menurut Sekda Ajat sapaan akrabnya itu, visi RSUD Bakti Pajajaran salah satunya adalah menjadi rumah sakit yang dipercaya. Untuk itu, langkah-langkah peningkatan kualitas pelayanan harus tetap dilakukan, baik dinilai Kementerian PAN-RB maupun tidak.

“Yang paling penting bukan sekadar mengejar predikat, tetapi bagaimana kualitas pelayanan kita benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kalau kemudian mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), itu menjadi bonus,” ujar Sekda Ajat.

Ajat menilai, RSUD Bakti Pajajaran bersama RSUD lainnya dan Puskesmas di Kabupaten Bogor telah menunjukkan berbagai inovasi, meski menghadapi keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia dalam melayani hampir 6 juta jiwa penduduk.

“Inovasi hadir dari sisi perencanaan, penganggaran, hingga pengelolaan keuangan. Ini bukti nyata RSUD Bakti Pajajaran layak untuk diverifikasi oleh Kementerian PAN-RB,” terang Ajat.

Ajat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas hospitalia RSUD Bakti Pajajaran yang dinilainya sebagai wajah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Semangat seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Bakti Pajajaran harus terus terjaga, sehingga visi rumah sakit yang dipercaya masyarakat dapat terwujud.

“Kalau RSUD ini harum namanya, Insya Allah masyarakat akan semakin percaya. Dengan kepercayaan itu, kita lebih mudah membangun di berbagai sektor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya