BOGORISTIMEWA.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan dukungannya terhadap peluncuran inisiatif Gerakan Bogor Hijau 2030 oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai upaya memperluas ruang terbuka hijau dan meningkatkan ketahanan lingkungan di Kabupaten Bogor.
Menurut Sastra, program ini tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami mendukung penuh Gerakan Bogor Hijau 2030. Program ini penting untuk menciptakan ruang hijau yang sehat, sekaligus membuka peluang ekonomi dan edukasi bagi warga,” ujar Sastra Winara. Rabu (5/11/12)
Bupati Rudy Susmanto menekankan bahwa gerakan ini akan menghadirkan hutan kota di setiap kecamatan mulai 2026, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, dan komunitas dalam menjaga lingkungan.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menanam pohon adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup. Masyarakat harus menjadi pelaku utama penghijauan,” ujar Rudy.
Sastra menambahkan, DPRD Kabupaten Bogor siap mengawal program ini melalui kebijakan, penganggaran, serta koordinasi lintas sektor.
“DPRD akan mendorong agar program ini tidak hanya simbolik, tetapi menghasilkan dampak nyata. Kami ingin setiap kecamatan memiliki hutan kota, taman edukatif, dan jalur hijau yang dirawat bersama warga,” kata Sastra.
Program Bogor Hijau 2030 juga mencakup revitalisasi daerah aliran sungai (DAS) seperti Ciliwung, Cisadane, Cileungsi, dan Cikeas, menciptakan kawasan resapan air, dan menjadikan ruang hijau sebagai destinasi wisata edukatif.
Rudy dan Sastra sepakat bahwa generasi muda harus menjadi motor penggerak gerakan ini. Anak-anak sekolah, mahasiswa, dan komunitas diharapkan aktif menanam pohon, mengelola sampah organik, dan melakukan konservasi air.
“Kalau setiap anak muda menanam satu pohon dan merawatnya, bayangkan berapa banyak kehidupan baru yang akan tumbuh di bumi Bogor,” tutup Rudy.






