Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Sekda Ajat Ikuti Arahan Menko Pangan Terkait Target Swasembada Pangan

badge-check


					Sekda Ajat Ikuti Arahan Menko Pangan Terkait Target Swasembada Pangan Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengikuti arahan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan terkait target swasembada pangan dengan enam faktor pendukung untuk mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan.

Arahan dijelaskan Menko Zulkifli Hasan pada Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/12/24).

Hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Wamendagri, Wamentan, Wamendag, Pj. Gubernur Jawa Barat, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, Bulog, beserta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat.

Dalam arahannya, Zulkifli menyampaikan beberapa tema yang dibahas dalam rakor tersebut, yaitu tentang irigasi, pupuk, ketersediaan pangan dan harga bahan pokok, panen raya, serta keunggulan Jabar dalam sektor perikanan hingga pengelolaan DAS Citarum.

“Apabila di daerah yang mempunyai area pertanian, namun pemda kabupaten dan kota tidak memiliki anggaran untuk membangun irigasi, maka akan dibantu pemerintah pusat,” kata Zulkifli.

Ia menambahkan, irigasi segera kita minta dilaporkan. Pertanian yang belum ada irigasinya, kalau (kabupaten/kota) tidak ada anggaran, maka pusat yang akan membangun irigasi itu. Sedangkan untuk pupuk, ia memastikan ketersediannya akan datang tepat waktu bagi petani yang membutuhkan di masa-masa menanam.

“Dulu pupuk rantainya panjang, kadang-kadang waktu panen baru datang. Ini aturan sudah kita pangkas. Kita minta dimonitor, jangan sampai ada daerah menanam, tapi pupuknya tidak ada,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya