Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Sonny Keraf Serukan Perubahan Sikap Terhadap Krisis Lingkungan

badge-check


					Sonny Keraf Serukan Perubahan Sikap Terhadap Krisis Lingkungan Perbesar

Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sonny Keraf. (Tia)

BOGORISTIMEWA.com – Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sonny Keraf, menyerukan perubahan sikap terhadap krisis lingkungan yang semakin mendesak. Seruan ini ia sampaikan dalam panel diskusi memperingati satu dekade Laudato Si, ensiklik Paus Fransiskus tentang perlindungan bumi, di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (5/9/25).

Menurut Sonny, perubahan perilaku harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari individu, sektor bisnis, hingga kebijakan pemerintah.

“Paus Fransiskus telah memperingatkan kita semua. Polusi udara, pencemaran air, limbah berbahaya, dan hilangnya mata air adalah tanda nyata jeritan bumi. Jika kita terus mengabaikan, maka dampaknya akan kembali kepada kita,” kata Sonny.

Ia memaparkan dampak krisis iklim yang makin kompleks, mulai dari kenaikan permukaan laut, badai ekstrem, kekeringan, banjir, gagal panen, hingga ancaman krisis pangan dan gizi buruk. Bagi Sonny, masalah ini tak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga mengarah pada ketimpangan sosial, konflik sumber daya, bahkan migrasi penduduk di wilayah pesisir.

“Perubahan iklim memengaruhi banyak sektor kesehatan, pekerjaan, perumahan, hingga stabilitas sosial. Jika seperempat populasi dunia tinggal di pesisir, bayangkan risikonya saat es kutub terus mencair,” lanjutnya.

Ia menekankan perlunya pendidikan ekologi sejak dini di sekolah, keluarga, maupun media, serta mendorong dunia usaha menerapkan model ekonomi sirkuler.

“Kita perlu paradigma baru: bukan lagi take-make-waste, tetapi take-make-cash yang lebih ramah lingkungan. Semua pihak pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha harus bergerak bersama,” tegasnya.

Sonny menutup seruannya dengan mengajak masyarakat melihat kelestarian alam sebagai syarat utama keberlanjutan hidup manusia, bukan sebagai beban. (Tia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya