BOGORISTIMEWA.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKS, Achmad Fathoni, kembali menyalurkan bantuan aspirasi melalui Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di wilayah Bogor Timur.
Penyaluran tahun 2025 ini merupakan tahun keempat dirinya mendedikasikan pokok pikiran (pokir) untuk kegiatan lingkungan.
Acara serah terima bantuan dilaksanakan di KRL RW 30, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan KRL dari tujuh kecamatan.
“Ini tahun ke-4 saya mendukung KRL lewat aspirasi DPRD. Alhamdulillah dari tahun ke tahun saya makin paham kebutuhan mereka. Tahun 2024 lalu kita mulai menyusun bantuan alat berdasarkan usulan KRL sendiri, bukan lagi maunya saya pribadi. Jadi benar-benar sesuai kebutuhan lapangan,” ucap Fathoni kepada Bogorupdate.com.
Pada tahun ini, pagu anggaran yang dialokasikan sekitar Rp600 juta, diwujudkan dalam berbagai peralatan pendukung pengelolaan lingkungan. Beberapa di antaranya mesin press sampah, alat hidroponik, hingga faktor (alat pengolahan sampah organik).
Fathoni menjelaskan, dua unit mesin press diberikan untuk Kecamatan Gunung Putri karena wilayah tersebut sudah aktif mengembangkan pengolahan sampah, termasuk di RW 30. Selain itu, tiga unit faktor juga diberikan dua di Gunung Putri dan satu di Kecamatan Klapanunggal.
“Ini bukan soal saya tinggal di Gunung Putri, tapi memang kebutuhan di sini sudah mendesak. Pengolahan sampah sudah berjalan, sehingga peralatan bisa langsung dimanfaatkan,” tegasnya.
Adapun KRL yang sudah terbentuk di tujuh kecamatan dapil 2 Bogor Timur yaitu, Gunung Putri: 34 KRL, Cileungsi: 15 KRL, Jonggol: 9 KRL, Klapanunggal: 5 KRL, Cariu: 8 KRL, Tanjungsari: 7 KRL, dan Sukamakmur: 1 KRL. Secara total, sebanyak 80 KRL mendapatkan dukungan melalui pokir Fathoni tahun 2025 ini.
Fathoni juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping lingkungan hidup serta pengurus KRL yang aktif mengusulkan kebutuhan secara konkret. Menurutnya, keberhasilan program ini bukan karena kedekatan pribadi, melainkan berkat kepedulian bersama dalam memikirkan masa depan lingkungan.
“Saya berterima kasih kepada seluruh pendamping dan pengurus KRL. Bantuan ini bukan soal kedekatan, tapi karena mereka benar-benar peduli dan memikirkan perkembangan KRL. Harapannya, alat yang diberikan bisa meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan memberdayakan masyarakat,” pungkasnya. (Gus)






