Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bakti Pajajaran Bakal Hadirkan Sistem Chup

badge-check


					Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bakti Pajajaran Bakal Hadirkan Sistem Chup Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – RSUD Bakti Pajajaran terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan terhadap pasien, salah satunya dengan mencoba menghadirkan sistem Chup.

Direktur RSUD Bakti Pajajaran, dr. Yukie Meistisia A. Satoto mengatakan bahwa langkah itu dilakukan untuk memangkas waktu tunggu pasien rawat jalan dengan target maksimal satu jam.

Mengingat, kata dia, ribuan pasien dari peserta BPJS dan umum dalam setiap harinya memadati rumah sakit tersebut. Antrean panjang kerap menjadi keluhan klasik, akibatnya banyak pasien terpaksa meluangkan setengah hari hanya untuk menunggu giliran, meski sudah datang sesuai jadwal.

Menurutnya, masalah utama bukan sekadar jumlah pasien, melainkan sistem antrean lama yang masih statis, sehingga tidak bisa menyesuaikan kondisi nyata seperti orang datang bersamaan yang membuat ruang tunggu penuh, slot konsultasi bisa habis meski pasien sudah menunggu, dan dokter terlambat karena operasi darurat atau pasien tidak hadir tepat waktu, jadwal menjadi berantakan sehingga seluruh antrean ikut terdampak.

“Kami memahami antrean panjang sangat melelahkan bagi pasien, karena itu kami menyiapkan solusi antrean dinamis yang kini sudah memasuki tahap uji coba,” ujar dr. Yukie Meistisia A. Sato, Rabu, (3/9/2025).

“Langkah ini bagian dari komitmen kami meningkatkan mutu layanan, dengan harapan RSUD Bakti Pajajaran dapat menjadi rumah sakit dengan waktu rawat jalan terendah di Jawa Barat,” sambungnya.

Yukie menyebut, solusi itu hadir lewat kerja sama dengan Chup, startup teknologi berbasis kecerdasan buatan dan cloud yang berfokus pada otomasi antrean.

Bahkan, sitem itu dilengkapi fitur auto reschedule yang jika terjadi perubahan jadwal, antrean langsung disesuaikan secara otomatis, dan pasien menerima notifikasi real-time melalui Whatsapp tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Sementara itu, CEO Chup, Ahmad Farhan menjelaskan bahwa dengan hadirnya sistem itu bisa mempermudah pasien.

“Pasien tidak selalu keberatan menunggu, yang mereka tidak suka adalah tidak tau sampai kapan harus menunggu. Dengan otomasi antrean ini, pasien selalu mendapat informasi terbaru secara real time,” ucap Ahmad Farhan.

“Teknologi Chup dirancang untuk membantu pasien sekaligus rumah sakit, pasien mendapat kepastian waktu, sementara tenaga medis terbebas dari beban administrasi berlebih sehingga bisa lebih fokus melayani,” tambahnya.

Menurut Farhan, dengan hadirnya hal itu menjadi kabar baik bagi pasien yang tidak perlu lagi membuang waktu berjam-jam hanya untuk menunggu giliran.

Dia menambahkan, dengan antrean yang lebih adaptif dan manusiawi itu membuat standar layanan rumah sakit bergerak menuju kelas modern.

Nantinya, lanjut Farhan, jika uji coba berjalan lancar, maka RSUD Bakti Pajajaran akan memperluas penerapan sistem itu ke lebih banyak poliklinik. Harapannya, antrean panjang yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat bisa berangsur teratasi. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya