Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Uang Kompensasi Diduga Dipotong jadi Penyebab Masih Beroperasinya Angkot Puncak

badge-check


					Uang Kompensasi Diduga Dipotong jadi Penyebab Masih Beroperasinya Angkot Puncak Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Meski sudah dilarang beroperasi selama satu minggu, sejumlah sopir angkot masih nekat beroperasi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Usut punya usut, maraknya sopir angkot yang masih nekat beroperasi di Puncak Bogor karena tidak tersampaikan dengan baiknya uang kompensasi yang diberikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebesar Rp1 juta uang tunai dan Rp500 ribu berupa sembako.

Mengenai hal itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengakui bahwa dirinya kerap mendapatkan laporan dari para sopir angkot terkait adanya pemotongan uang kompensasi libur menjadi Rp800 ribu.

Namun, dia menyebut saat ini adanya laporan pemotongan uang kompensasi para sopir angkut tengah dalam pendataan.

“Kalo masih nanyain pemotongan-pemotongan, kita minta waktu nanti kita iniin (cek) dulu biar utuh semuanya jangan sampai pemberitaan laporan-laporan tidak sesuai,” ujar Dadang Kosasih saat dikonfirmasi BogorUpdate.com via seluler, Kamis, (3/4/25).

“Sekarang masih dalam pendataan dan pemantauan itu yang pemotongan-pemotongan, sampai sejauh mana nih informasinya,” sambungnya.

Bahkan, akibat adanya dugaan pemotongan uang kompensasi itu membuat puluhan sopir angkot tetap beroperasi di momen libur lebaran.

Dalam hal itu, Dadang mengungkapkan telah memberikan penindakan kepada 15 sopir angkot yang nekat beroperasi.

“Kita penindakannya dengan memutar balikkan kendaraan angkot, kita alihkan ke jalan alternatif, jadi putar baliknya di jalan alternatif tidak di jalan utama lagi,” ungkapnya.

Sekadar informasi, sekitar 715 sopir angkot trayek Ciawi-Cisarua, Pasir Muncang-Ciawi, dan Ciawi-Cibedug telah menerima uang kompensasi sebelum momen lebaran beberapa waktu lalu.

Namun, tidak sedikit dari para sopir tersebut melaporkan adanya dugaan pemotongan uang kompensasi. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya