Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Wamendagri Bima Arya Soroti Rendahnya Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024, Ungkap 3 Alasannya

badge-check


					Wamendagri Bima Arya Soroti Rendahnya Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024, Ungkap 3 Alasannya Perbesar

Wamendagri Bima Arya soroti rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada 2024. (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto menyoroti rendahnya angka partisipasi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 secara nasional.

Berdasarkan penghitungan sementara Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), tingkat partisipasi Pilkada 2024 rata-rata nasional hanya mencapai 68,16 persen.

Menurut Bima, angka itu masih rendah karena berada dibawah 70 persen.

“Ini kalo kita lihat jangan-jangan tidak sampai 70 persen. Tapi, datanya belum kita komparasikan, nanti kita akan lihat,” ujar Bima Arya Sugiarto kepada wartawan saat menghadiri acara peresmian Lorena Sports Hub di Kota Bogor, Jumat (29/11/24).

Adapun, beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya angka partisipasi tersebut.

“Karena TPS-nya lebih sedikit, pemilihnya lebih banhak jadi ada kesulitan tertentu dari pemilih untuk datang ke TPS,” ucapnya.

Bima menambahkan, faktor lainnya seperti adanya perbedaan saat semua Caleg di Pileg banyak yang mengkondisikan pemilih atau konstituennya untuk memilih.

“Sekarang kan berbeda ya, sekarang kan paslon,” tuturnya.

Selain itu, Bima mengungkapkan rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada 2024 disebabkan dekatnya jarak antara Pileg dan Pilpres.

“Mungkin jarak antara Pileg dan Pilpres agak berdekatan dengan Pilkada serentak ini, jadi ada kejenuhan disitu,” ungkapnya.

Atas kondisi itu, Bima menuturkan perlu adanya evaluasi secara keseluruhan.

“Wajib kita evaluasi secara keseluruhan karena partisipasi politik inikan menentukan juga legitimasi pemerintah,” pungkasnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya