BOGORISTIMEWA.com – Kepala Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Omat Jayadihati atau yang akrab disapa Kang OJH, kembali menunjukkan komitmennya terhadap aspirasi warganya.
Meski anggaran desa terbatas, ia tetap berusaha mewujudkan pembangunan jalan lingkungan di Kampung Sasak RT 05/08, bahkan dengan menggunakan dana pribadi.
Pembangunan jalan sepanjang 80 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 15 cm ini dilakukan secara swadaya. Menariknya, tanah yang digunakan merupakan hasil wakaf dari warga setempat.
“Alhamdulillah warga mewakafkan tanah seluas 80 x 2,5 meter. Kalau dikalkulasikan nilainya bisa ratusan juta rupiah. Karena itu, saya juga merasa terpanggil untuk mencarikan anggaran pembelian beton,” ujar Kang OJH, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, jika warga sudah rela melepaskan aset pribadinya demi kepentingan umum, maka sebagai kepala desa ia juga wajib berkontribusi lebih. Pengerjaan jalan dilakukan dengan sistem gotong royong, tanpa mempekerjakan tenaga berbayar karena keterbatasan dana.
“Warga sangat antusias, bahkan ada yang meliburkan diri dari kerja untuk ikut kerja bakti. Ini bukti semangat kebersamaan kita,” tambahnya.
Kang OJH menyebut, jalan yang sedang dibangun ini nantinya akan tersambung dengan jalan desa yang dibangun menggunakan Dana Desa tahun 2024, sehingga seluruh jalur menjadi terintegrasi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga, khususnya Artam, yang telah mewakafkan tanah untuk proyek ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Artam dan keluarga. Awalnya, warga sempat mengkritik karena jalan sebelah sudah dibangun dengan dana Bangun 775 meter, tapi jalan ini belum. Saya bilang, akan kami anggarkan di 2026,” jelasnya.
“Namun mereka justru menawarkan solusi: tanahnya diwakafkan, tinggal dicari bagaimana cara membangunnya sekarang. Alhamdulillah, akhirnya ada rezekinya,” tutup Kang OJH.
Sementara itu, Artam mengatakan bahwa ia ikhlas mewakafkan tanah untuk kepentingan umum.
“Saya ikhlas, apalagi ini untuk jalan dan kemaslahatan masyarakat, juga sebagai amal jariyah untuk orang tua saya,” ujar Artam. (Dyn)






