Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Yantie Rachim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor, Ini Pesan Dedie Rachim

badge-check


					Yantie Rachim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor, Ini Pesan Dedie Rachim Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maupun Bunda Literasi bukanlah peran simbolik semata, melainkan beban tugas besar.

Hal ini ia sampaikan saat Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor periode 2025-2030 yang berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (14/7/25).

Dalam kesempatan tersebut, Yantie Rachim resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor untuk lima tahun ke depan.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa amanah sebagai Bunda PAUD adalah tugas yang membawa tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda dan meningkatkan budaya literasi di Kota Bogor.

“Bunda PAUD dan Bunda Literasi ini tanggung jawabnya cukup besar. Saya mendorong Ibu Yantie untuk bisa memerhatikan dan memastikan bahwa PAUD sebagai dasar bagi anak-anak kita untuk membangun karakter,” jelasnya.

Dedie Rachim juga menyampaikan keprihatinan terhadap menurunnya minat baca anak di tengah era digital. Oleh sebab itu, menurutnya Bunda Literasi memiliki peran penting dalam memfasilitasi kolaborasi dengan berbagai pihak, agar budaya membaca kembali mengakar di kalangan generasi muda.

“Zaman sekarang anak-anak lebih banyak main gadget ketimbang baca buku. Maka perlu pendekatan dari Bunda PAUD dan Bunda Literasi kepada orang tua, stakeholder, dan Dinas Pendidikan untuk mencari pola meningkatkan literasi,” ujar Dedie Rachim.

Ia juga berpesan kepada Bu Yantie selaku Bunda PAUD dan Bunda Literasi agar memberikan perhatian ekstra terhadap hal ini, supaya tujuan pengukuhan ini benar-benar tercapai.

Merespon amanah yang diberikan, Yantie Rachim menyampaikan bahwa dirinya siap menjalankan peran tersebut dengan fokus utama pada penguatan pendidikan anak sejak usia dini dan peningkatan akses literasi di seluruh lapisan masyarakat.

“Program prioritas yang menjadi utama saya setelah dikukuhkan menjadi Bunda PAUD dan Bunda Literasi adalah transisi PAUD ke SD. Itu program pertama yang mau saya kejar,” ujar Yantie Rachim.

Ia juga menekankan bahwa konsep wajib belajar 13 tahun harus dimulai sejak anak masuk PAUD, bukan dari jenjang sekolah dasar.

“Wajib belajar 13 tahun itu dimulai dari PAUD, bukan dari SD. Jadi konsep itu akan kita wajibkan,” tegasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya