Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Inovasi TEH PETRA, Cara Puskesmas Jampang Percepat Skrining HIV Pada Pasien TB

badge-check


					Inovasi TEH PETRA, Cara Puskesmas Jampang Percepat Skrining HIV Pada Pasien TB Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Puskesmas Jampang memperkenalkan inovasi TEH PETRA ( Tes HIV/AIDS bagi Penderita TB Segera).

Inovasi untuk mempercepat skrining HIV pada pasien Tuberkulosis (TB) dengan layanan yang lebih ramah cepat, dan terintegrasi.

Inovasi ini hadir untuk mendeteksi dini pencegahan penularan dan percepatan penanganan.TEH PETRA menjadi solusi konkret untuk memutus mata rantai penularan.

Kepala Puskesmas Jampang, Dini Srie Agustin menyampaikan, melalui sistem ini, pasien TB langsung mendapatkan edukasi dan tes HIV di tempat, tanpa perlu dirujuk ke layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing).

“Dengan TEH PETRA, kami tak hanya berbicara soal kecepatan layanan, tetapi juga tentang pemulihan martabat pasien. Edukasi diberikan secara personal, dan skrining dilakukan langsung oleh tim Puskesmas. Ini mengurangi resistensi dan meningkatkan kesadaran,” ujar Kepala Puskesmas Jampang.

Lanjut Dini Srie Agustin, pasien yang telah menjalani edukasi dan skrining akan mendapatkan stempel “TEH PETRA” di buku pengobatan. Selain mempermudah pelacakan, ini juga meningkatkan akurasi pencatatan oleh tenaga kesehatan.

Perlu diketahui, beberapa keunggulan dari TEH PETRA antara lain. Skrining HIV langsung saat kunjungan TB, tanpa rujukan tambahan, mengurangi stigma dan beban psikologis pasien.

Kemudian, pencatatan lebih sistematis dan mudah dimonitor, memungkinkan pengobatan ARV lebih cepat bagi pasien reaktif. Serta meningkatkan capaian deteksi HIV di layanan primer.

Lanjut Kepala Puskemas Jampang mengungkapkan, sejak diimplementasikan awal 2025, TEH PETRA menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Prosentase pasien TB yang menjalani skrining HIV meningkat signifikan.

Monitoring dilakukan setiap triwulan dan menjadi basis evaluasi layanan. Dengan target Puskesmas Jampang tahun ini adalah menjangkau minimal 80% pasien TB untuk menjalani skrining HIV, serta menekan angka penolakan pasien di bawah 10%.

Katanya, model ini juga disiapkan untuk direplikasi ke Puskesmas lain di Kabupaten Bogor, sebagai contoh sukses integrasi layanan TB-HIV di tingkat primer.

“Melalui TEH PETRA, kami memperlihatkan bahwa inovasi dalam pelayanan kesehatan tidak harus rumit. Cukup dengan komitmen, empati, dan pendekatan manusiawi, transformasi besar bisa dimulai dari akar layanan,” imbuhnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

PPLI Raih Apresiasi KLH di Ajang Indonesia-Japan Environment Week 2026

12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi Tirta Kahuripan Tingkatkan Suplai Air di Tarikolot

24 April 2026 - 21:57 WIB

SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I

8 April 2026 - 15:38 WIB

PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan

2 April 2026 - 16:22 WIB

Trending di Bogor Raya