BOGORISTIMEWA.com – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor bergerak cepat menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot terkait gangguan distribusi air bersih.
Hasil monitoring di lapangan menunjukkan adanya penurunan tekanan air di sepanjang jalur distribusi Metro–Cibinong yang berdampak pada 1.021 pelanggan.
Direktur Umum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami bergerak cepat melakukan penelusuran dan penanganan. Salah satu upaya utama adalah pembangunan jaringan pipa baru sepanjang ±683 meter dengan diameter 6 inci dari Booster Citeureup menuju Tarikolot, yang telah selesai pada 10 April 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi juga dilakukan pada sistem distribusi untuk meningkatkan suplai air ke pelanggan.
“Selain pembangunan pipa, kami melakukan penambahan debit inlet, pemasangan valve untuk pengaturan aliran, serta peningkatan tekanan pompa di Booster Pump Citeureup. Kami juga menambah suplai dari Booster Az-Zikra Sentul agar kebutuhan air di Tarikolot dapat terpenuhi,” jelasnya.
Pada Jumat, 17 April 2026, petugas Tirta Kahuripan turut melakukan pemasangan gate valve serta pekerjaan tapping pipa di jalur Pondok Citeureup dan Tarikolot. Pekerjaan ini dilakukan pada malam hingga pagi hari guna mengoptimalkan distribusi.
“Langkah ini kami lakukan agar tekanan dan debit air yang diterima pelanggan bisa meningkat secara maksimal,” tambahnya.
Saat ini, tim distribusi masih terus melakukan penyesuaian teknis untuk memastikan suplai air kembali normal secara bertahap.
Di akhir pernyataannya, Abdul Somad juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan yang terjadi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Proses evaluasi pengaliran dari hulu ke hilir memang membutuhkan waktu, namun kami pastikan upaya terus dilakukan agar layanan kembali optimal,” tutupnya.







