Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Program “INJAK KAKI” Langkah Awal Menuju Pendidikan Berkualitas yang Merata di Kabupaten Bogor, Diapresiasi Disdik

badge-check


					Program “INJAK KAKI” Langkah Awal Menuju Pendidikan Berkualitas yang Merata di Kabupaten Bogor, Diapresiasi Disdik Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan upaya pemerataan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bogor. Melalui Pemerintah Kecamatan Gunung Putri resmi meluncurkan program INJAK KAKI Sekolah (Inisiatif Pendataan Pendidikan Kunjungan Langsung ke Sekolah), sebuah terobosan untuk menjawab tantangan minimnya data akurat terkait kondisi pendidikan di wilayahnya.

Program yang digagas sebagai kontribusi terhadap pencapaian SDGs poin ke-4: Pendidikan Berkualitas ini, berfokus pada pendataan langsung ke satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP. Langkah ini menjadi jawaban atas perencanaan pendidikan yang selama ini kerap hanya mengandalkan data sekunder tanpa verifikasi di lapangan.

Program INJAK KAKI pun menuai dukungan luas. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan siap menggunakan hasilnya sebagai rujukan penyusunan program dan kebijakan pendidikan ke depan.

Koordinator program, Sri Mastuti menjelaskan, kegiatan pendataan dimulai sejak Agustus dan akan berlangsung hingga November 2024. Tim lapangan terdiri dari gabungan petugas kecamatan, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat. Mereka melakukan observasi menyeluruh mengenai kondisi sarana-prasarana, kebutuhan tenaga pendidik, hingga aksesibilitas fisik ke sekolah.

“Lewat INJAK KAKI, kami tidak ingin ada lagi sekolah yang luput dari perhatian hanya karena datanya tak tercatat. Kami datang langsung, melihat, mencatat, dan berkomitmen untuk mengadvokasikannya,” ujar Sri Mastuti.

Ia mengungkapkan, beberapa temuan penting pun mulai terungkap. Banyak PAUD dan TK mengalami keterbatasan pada fasilitas bermain dan sanitasi. Di sisi lain, SD dan SMP menghadapi tantangan seperti kekurangan guru mata pelajaran, keterbatasan alat pembelajaran, hingga belum memadainya jaringan internet dan ruang laboratorium.

“Yang membedakan program ini adalah pendekatannya yang partisipatif dan berbasis komunitas. Perangkat desa dan tokoh masyarakat dilibatkan dalam proses validasi data, menjadikannya sebagai mitra aktif, bukan hanya objek pembangunan,” ungkapnya.

Sri melanjutkan, seluruh data yang terkumpul akan diolah melalui platform digital berbasis daring, untuk memastikan proses pengelolaan data yang terbuka dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan terkait, termasuk Dinas Pendidikan.

“Kredibilitas data sangat penting. Kami ingin data ini benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan sehingga menjadi dasar kebijakan yang berpihak,” kata Sri.

Ia menambahkan, dengan semangat kolaborasi, transparansi, dan keadilan, INJAK KAKI diharapkan menjadi contoh praktik baik yang dapat ditiru kecamatan lain di Kabupaten Bogor. Sebab pendidikan yang merata dan berkualitas tak bisa dibangun hanya dengan niat baik, tapi harus dimulai dari data yang akurat dan tindakan nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya