Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Stres Berkepanjangan Bisa Picu Kebotakan? Ini Penjelasan Psikiater IPB University

badge-check

Stres Berkepanjangan Bisa Picu Kebotakan? Ini Penjelasan Psikiater IPB University Perbesar

Ilustrasi kepala botak. (Ist)

BOGORISTIMEWA.com – Stres yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memicu kebotakan. Fenomena ini dikenal dengan istilah alopecia areata, penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut hingga membentuk kebotakan di beberapa bagian kepala.

Psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Riati Sri Hartini, MSc, SpKj menjelaskan, kondisi ini terjadi ketika hormon stres seperti kortisol meningkat dan mengganggu sistem kekebalan tubuh, sehingga kekebalan tubuh keliru menyerang folikel rambut.

“Peningkatan kortisol akan mengurangi protein di folikel rambut dan memperpanjang fase istirahatnya. Pertumbuhannya akan terganggu dan siklus rambut menjadi tidak normal. Manifestasinya bisa berupa alopecia areata,” ujarnya.

Selain itu, stres juga dapat memicu perilaku mencabuti rambut sendiri atau trichotillomania. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan masalah psikologis yang mendasarinya, seperti depresi atau kecemasan.

Namun, dr Riati menegaskan tidak semua orang yang mengalami stres akan mengalami kerontokan rambut. “Faktor risiko tidak hanya stres saja. Jika faktor lain tidak ada, kerontokan belum tentu terjadi,” jelasnya.

Alopecia areata tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga kesehatan mental. Banyak penderita mengalami penurunan rasa percaya diri, kecemasan, hingga depresi.

Penanganannya dapat dilakukan secara medis maupun psikologis. Secara medis, dokter kulit dapat memberikan kortikosteroid dalam bentuk suntikan, oles, atau oral, obat perangsang pertumbuhan rambut, imunomodulator, maupun JAK inhibitor untuk menyeimbangkan protein.

Dari sisi psikologis, pengelolaan stres melalui gaya hidup sehat, relaksasi, yoga, meditasi, dan konsultasi dengan profesional menjadi langkah penting.

“Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga fisik. Jika mengalami stres berat atau gejala kebotakan yang tidak biasa, segera cari bantuan profesional dan konsultasikan ke dokter,” pesan dr Riati. (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

22 Okt 2026 - 18:03 WIB

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin
Trending di Bogor Raya