Menu

Mode Gelap
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan Dispora Kabupaten Bogor Lakukan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni di Jasinga 35 Mahasiswa dan 10 Dosen Universitas Muhamdiyah Cirebon Lakukan Observasi ke PPOM dan NPCI Kabupaten Bogor

Bogor Raya

Pj Bupati Bogor Bagikan Makanan Bergizi Kepada Anak Stunting dan Ibu Hamil kategori KEK di Pondok Rajeg

badge-check


					Pj Bupati Bogor Bagikan Makanan Bergizi Kepada Anak Stunting dan Ibu Hamil kategori KEK di Pondok Rajeg Perbesar

Pj Bupati Bogor membagikan makanan bergizi kepada anak stunting dan ibu hamil kategori KEK di Pondok Rajeg, Rabu (24/7/24). (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Percepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bogor, Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu melakukan pemberian makanan tambahan bernilai gizi di antaranya dua kilogram beras, satu kilogram ayam dan satu kilogram telur secara langsung kepada anak stunting dan ibu hamil dengan kategori kurang energi kronis (KEK) yang berlangsung di Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Rabu (24/7/24).

Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu juga berkesempatan melakukan peninjauan langsung kegiatan pemberian makanan tambahan bernilai gizi di Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong.

Perlu diketahui, program pemberian makanan tambahan telah ditetapkan dalam Keputusan Bupati Bogor tentang Penetapan Orang Tua Asuh bagi Anak Stunting dan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dalam rangka penurunan Stunting di Kabupaten Bogor Tahun 2024 dengan Nomor: 400.7/676/Kpts/Per-UU/2024 tanggal 7 Juni 2024.

Asmawa Tosepu mengatakan, program tersebut perlu terus dilakukan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Bogor. Bahkan pemberian makanan tambahan untuk anak stunting ini akan dilakukan setiap minggu selama 2 bulan, sementara untuk ibu hamil setiap minggu selama 4 bulan.

“Ini perlu kita intervensi dengan program-program, stunting ini harus kita turunkan menuju masyarakat sehat,” tegas Asmawa Tosepu.

Menurutnya, ia sebagai orang tua asuh tentunya akan senantiasa melakukan pemantauan dan monitoring kondisi kesehatan baik anak stunting maupun ibu hamilnya bersama tim dokter, bidan dan lainnya.

“Secara hari ke hari akan terus dimonitoring sehingga akan terpantau perkembangan dan kesehatannya,“ terang Asmawa.

Di kesempatan ini, Asmawa juga mengajak seluruh orang tua angkat stunting yang terdiri dari para pejabat eksekutif, legislatif hingga pengusaha, bahu-membahu membantu menurunkan jumlah stunting di Kabupaten Bogor.

“Setiap bulan (pemberian makanan tambahan) kita evaluasi. Evaluasi itu kita dapatkan dari hasil pengukuran (anak) setiap minggunya yang dilakukan oleh tim pendamping sebagai mitra. Harapan saya harus dilakukan secara bersama untuk menurunkan stunting,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Supersun Hadir di Kampung Cisadon, PLN Perluas Akses Listrik hingga Pelosok

14 Februari 2026 - 14:40 WIB

Istimewa! RSUD Bakti Pajajaran Raih Penghargaan Zona Integritas WBK dari KemenPAN-RB

11 Februari 2026 - 15:48 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung

5 Februari 2026 - 19:10 WIB

Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua

5 Februari 2026 - 18:34 WIB

Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan

5 Februari 2026 - 16:35 WIB

Trending di Bogor Raya