Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Semangat Gotong Royong Warga RT02-RT03 Cilendek Barat Melalui “Celengan Mushola Baitul Muttaqin” yang Sudah Berjalan Sejak 2010

badge-check


					Semangat Gotong Royong Warga RT02-RT03 Cilendek Barat Melalui “Celengan Mushola Baitul Muttaqin” yang Sudah Berjalan Sejak 2010 Perbesar

“Celengan Mushola Baitul Muttaqin”, Gerakan Gotong Royong Warga RT02-RT03 Cilendek Barat. (Foto: Abizar)

BOGORISTIMEWA.com – Semangat kebersamaan dan gotong royong terus dijaga oleh warga RT02 dan RT03 RW11 Kelurahan Cilendek Barat melalui program sederhana namun bermakna, yakni “Celengan Mushola Baitul Muttaqin”. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2010 dan menjadi salah satu bentuk partisipasi warga dalam memakmurkan musala serta membantu sesama.

Menurut Acep Susanto, pengurus Mushola Baitul Muttaqin, program ini dijalankan dengan cara membagikan celengan buatan sendiri kepada warga.

“Bahannya dari kardus kain. Kami potong-potong seukuran 10 meter, bagian belakangnya ditutup dan depannya dikasih lubang kecil untuk memasukkan uang,” jelas Acep.

Setiap tanggal 15 setiap bulan, pengurus mushola berkeliling ke rumah-rumah warga. Celengan yang sudah diisi akan dikumpulkan untuk dihitung di mushola, sedangkan celengan kosong kembali dibagikan.

“Satu rumah satu celengan. Jumlahnya sekitar 65 celengan, dan dalam sebulan biasanya terkumpul sekitar Rp1 juta,” ujar Acep.

Menariknya, tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah uang yang harus dimasukkan. Warga bebas mengisi sesuai kemampuan masing-masing. Dana yang terkumpul digunakan sepenuhnya untuk kegiatan sosial dan keagamaan.

“Uangnya dipakai untuk kegiatan musala, seperti pengajian. Kalau ada warga sakit, kami bantu. Kalau ada yang meninggal, kami pakai untuk beli kain kafan,” ungkapnya.

Acep menambahkan, transparansi menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Setiap bulan kami laporkan berapa yang terkumpul dan untuk apa digunakan. Alhamdulillah, warga tidak ada yang keberatan karena semuanya terbuka,” katanya.

Meski kini banyak program serupa yang digagas pemerintah, seperti Gerakan Rp1.000, Acep menegaskan bahwa program Celengan Mushola Baitul Muttaqin sudah berjalan jauh sebelum itu.

“Kalau di sini mah sudah lama, dari tahun 2010. Jadi warga juga sudah terbiasa dan mendukung penuh,” tuturnya.

Dengan semangat sederhana namun penuh makna, program Celengan Mushola Baitul Muttaqin menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari hal kecil dan terus berlanjut selama dikelola dengan keikhlasan dan keterbukaan. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

PPLI Raih Apresiasi KLH di Ajang Indonesia-Japan Environment Week 2026

12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi Tirta Kahuripan Tingkatkan Suplai Air di Tarikolot

24 April 2026 - 21:57 WIB

Trending di Bogor Raya