Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Pohon Tua di Kota Bogor Ditebang Demi Keselamatan Pengguna Jalan

badge-check

Pohon Tua di Kota Bogor Ditebang Demi Keselamatan Pengguna Jalan Perbesar

Penanganan dan perawatan pohon tua di wilayah Kota Bogor, Kamis (6/11/25). (Foto: Abizar)

BOGORISTIMEWA.com – Dinas Perumahan, Permukiman, dan Kehutanan (Disperumkim) Kota Bogor menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan aktivitas akibat penebangan pohon besar yang dilakukan pada kamis (6/11/25) pagi.

Kepala Bidang Pengelola dan Keanekaragaman Hayati (PKH) Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti Juvita Permata, menjelaskan bahwa pohon tersebut, meski telah berusia ratusan tahun dan memiliki nilai sejarah, harus ditebang karena kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan.

“Pohon ini sudah mengalami kajian yang cukup mendalam. Meskipun pohon ini termasuk pohon tua dan bersejarah, posisinya yang berada di pinggir jalan serta kemiringannya yang mencapai lebih dari 60 derajat sangat berisiko. Ditambah dengan kondisi akar dan batang yang sudah mengalami kerusakan parah, maka kami memutuskan untuk menebang pohon tersebut demi keselamatan bersama,” ujar Devi.

Devi menuturkan, proses penebangan dilakukan dengan sangat hati-hati. Namun, keputusan untuk melakukannya pada siang hari yang biasanya dihindari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat terpaksa diambil karena faktor cuaca.

“Meski kami biasanya melakukan pemangkasan pada malam hari untuk menghindari gangguan, hujan deras yang semakin tinggi di pagi ini membuat kami harus melanjutkan pekerjaan di siang hari. Kami mengutamakan keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat, untuk memastikan pekerjaan bisa dilakukan dengan aman menggunakan skylift,” lanjutnya.

Ia menambahkan, pohon berjenis karet kebo tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, dengan diameter mencapai 2,5 hingga 3 meter dan tinggi sekitar 35 meter. Karena itu, proses pemangkasan tidak dapat diselesaikan dalam satu hari.

“Pohon ini sangat besar, jadi proses pemangkasan akan dilanjutkan hingga benar-benar tuntas dan tidak membahayakan lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Devi mengungkapkan bahwa pohon karet kebo itu bukanlah pohon utama di area tersebut. Sebelumnya, terdapat pohon kenari yang telah mati, dan Disperumkim berencana menanam pohon pengganti setelah proses pemangkasan selesai.

Disperumkim juga meminta masyarakat untuk bersabar selama proses berlangsung, karena pekerjaan ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Sekali lagi kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Proses ini sangat penting untuk memastikan keselamatan, baik bagi pengguna jalan maupun lingkungan sekitar,” pungkas Devi. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Jul 2026 - 13:38 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan
Trending di Bogor Raya