Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Pohon Tua di Kota Bogor Ditebang Demi Keselamatan Pengguna Jalan

badge-check


					Pohon Tua di Kota Bogor Ditebang Demi Keselamatan Pengguna Jalan Perbesar

Penanganan dan perawatan pohon tua di wilayah Kota Bogor, Kamis (6/11/25). (Foto: Abizar)

BOGORISTIMEWA.com – Dinas Perumahan, Permukiman, dan Kehutanan (Disperumkim) Kota Bogor menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan aktivitas akibat penebangan pohon besar yang dilakukan pada kamis (6/11/25) pagi.

Kepala Bidang Pengelola dan Keanekaragaman Hayati (PKH) Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti Juvita Permata, menjelaskan bahwa pohon tersebut, meski telah berusia ratusan tahun dan memiliki nilai sejarah, harus ditebang karena kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan.

“Pohon ini sudah mengalami kajian yang cukup mendalam. Meskipun pohon ini termasuk pohon tua dan bersejarah, posisinya yang berada di pinggir jalan serta kemiringannya yang mencapai lebih dari 60 derajat sangat berisiko. Ditambah dengan kondisi akar dan batang yang sudah mengalami kerusakan parah, maka kami memutuskan untuk menebang pohon tersebut demi keselamatan bersama,” ujar Devi.

Devi menuturkan, proses penebangan dilakukan dengan sangat hati-hati. Namun, keputusan untuk melakukannya pada siang hari yang biasanya dihindari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat terpaksa diambil karena faktor cuaca.

“Meski kami biasanya melakukan pemangkasan pada malam hari untuk menghindari gangguan, hujan deras yang semakin tinggi di pagi ini membuat kami harus melanjutkan pekerjaan di siang hari. Kami mengutamakan keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat, untuk memastikan pekerjaan bisa dilakukan dengan aman menggunakan skylift,” lanjutnya.

Ia menambahkan, pohon berjenis karet kebo tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, dengan diameter mencapai 2,5 hingga 3 meter dan tinggi sekitar 35 meter. Karena itu, proses pemangkasan tidak dapat diselesaikan dalam satu hari.

“Pohon ini sangat besar, jadi proses pemangkasan akan dilanjutkan hingga benar-benar tuntas dan tidak membahayakan lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Devi mengungkapkan bahwa pohon karet kebo itu bukanlah pohon utama di area tersebut. Sebelumnya, terdapat pohon kenari yang telah mati, dan Disperumkim berencana menanam pohon pengganti setelah proses pemangkasan selesai.

Disperumkim juga meminta masyarakat untuk bersabar selama proses berlangsung, karena pekerjaan ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Sekali lagi kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Proses ini sangat penting untuk memastikan keselamatan, baik bagi pengguna jalan maupun lingkungan sekitar,” pungkas Devi. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tinjau MBG di SDN Babakan Madang 03, Semangati Siswa Menuju Generasi Emas 2045

25 Juni 2026 - 13:53 WIB

Trending di Bogor Raya