Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Jaro Ade: Harus Ada Pasar Induk Khusus Sayuran di Ciawi sebagai Sentral Pasar Sayur Kabupaten Bogor

badge-check

Jaro Ade: Harus Ada Pasar Induk Khusus Sayuran di Ciawi sebagai Sentral Pasar Sayur Kabupaten Bogor Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Wilayah Puncak Bogor mulai dari Kecamatan Ciawi, Megamendung, Cisarua dan sekitarnya merupakan penghasil sayuran yang cukup besar, namun sayang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak memiliki pasar induk khusus untuk sayuran.

“Kedepan, harus ada pasar induk khusus sayuran di Ciawi, sebagai sentral pasar sayur di Kabupaten Bogor,” ujar calon wakil bupati (Cawabup) Bogor Jaro Ade saat mendengar keluh kesah petani sayuran di Desa Tuguselatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Jika di Ciawi ada sentral pasar induk sayuran, kata Jaro Ade, akan memudahkan para petani sayuran untuk menjual hasil panennya. Dan tentunya memudahkan para pembeli juga untuk mendapatkan sayuran dengan harga terjangkau dengan kondisi sayuran yang masih segar.

“Sentral pasar induk sayuran ini salah satu solusi membantu para petani sayuran untuk menjual atau memasarkan hasil panennya dengan harga yang kompetitif, sehingga petani tidak lagi tergantung pada tengkulak,” tutur Jaro Ade.

Tugas pemerintah bukan hanya menyediakan tempat untuk para petani menjual hasil pertaniannya saja, namun pemerintah juga harus mampu menyediakan kuota pupuk bersubsidi yang cukup dan mudah didapat oleh para petani.

“Yang menjadi masalah krusial yang dialami petani itu adalah susahnya mendapatkan pupuk murah atau pupuk bersubsidi sehingga berdampak pada hasil panen yang kurang maksimal,” ungkap Jaro Ade.

Politisi Golkar itu sangat mendukung dengan program pemerintah pusat yang selalu menggaungkan swasembada pangan sebagai basis perekonomian para petani di desa.

Menurut Jaro Ade, Kabupaten Bogor sangat memungkinkan untuk menggenjot sektor pertanian, mengingat kabupaten dengan luas wilayah 2.991,78 kilometer persegi ini masih memiliki ketersediaan lahan yang cukup untuk sektor pertanian.

“Di Kabupaten Bogor ini masih banyak lahan produktif, bahkan banyak pula lahan tidur yang belum dimanfaatkan, tinggal kita manfaatkan lahan – lahan yang belum tergarap itu menjadi lahan untuk pertanian,” uangkap Jaro Ade.

Mimpi para pendiri bangsa Indonesia untuk swasembada pangan akan terwujud, jika pemerintah mulai dari tingkat desa hingga pemerintah pusat memiliki kesamaan visi misi untuk memajukan pertanian dan para petani, sehingga tidak lagi ketergantungan pangan dari negara lain.

“Visi misi paslon nomor urut 1, Rudy Susmanto-Jaro Ade itu sejalan dengan visi misi pak Prabowo dan pak Gibran. Tentunya, kami akan konsen untuk meningkatkan mutu pertanian dan meningkatkan perekonomian para petani di Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

22 Okt 2026 - 18:03 WIB

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin
Trending di Bogor Raya