Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Tiak Punya BPJS Kesehatan, Bocah Penderita Gizi Buruk di Parung Panjang Meninggal

badge-check


					Tiak Punya BPJS Kesehatan, Bocah Penderita Gizi Buruk di Parung Panjang Meninggal Perbesar

Ahmad Maulana (9) seorang bocah penderita gizi buruk di Kampung Somang, Desa Parung Panjang saat pendapat perawatan di Rumah Sakit. (Foto: istimewa)

BOGORISTIMEWA.com – Ahmad Maulana (9) seorang bocah penderita gizi buruk di Kampung Somang, Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor meninggal dunia.

Aktivis Kesehatan Bogor, Uun Desi mengatakan bahwa orang tua dari bocah tersebut yakni Jaenudin (40), dan Nurmi (31) tidak terdaftar sebagai penerima Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran (BPJS PBI) yang diperuntukkan warga pra sejahtera.

“Pasangan suami istri itu tidak punya BPJS kesehatan, jaminan kesehatan untuk fakir yang dibayar pemerintah belum terdaftar,” ujar Uun Desi dalam keterangannya, Senin (27/1/25).

Menurut Desi, kedua orang tua Maulana masih pra sejahtera atau membutuhkan bantuan pemerintah karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Saya diminta mengantarkan anak Maulana ke RSUD Tangerang karena tidak punya biaya ongkos kesana,” ucapnya.

“Setelah 23 hari menjalani perawatan, Maulana usianya 9 tahun meninggal dunia di RSUD tangerang,” tambahnya.

Lebih mirisnya lagi, Desi mengungkapkan saat dirinya mengantar Maulana ke RSUD Tangerang bahwa kedua orang tuanya tidak mampu hanya untuk membayar ongkos.

“Maulana ini menjalani perawatan di RSUD Tangerang itu menggunakan BPJS Mandiri, mereka itu tidak punya BPJS kesehatan PBI,” ungkapnya.

“Mereka (orang tua Ahmad Maulana) berharap keluarganya bisa masuk BPJS kesehatan yang gratis dan PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan-bantuan sosial yang gratis,” pungkasnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Trending di Bogor Raya