Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Dosen IPB University Sebut Anemia pada Remaja Tidak Boleh Dianggap Sepele, Sarankan Hal Ini

badge-check


					Dosen IPB University Sebut Anemia pada Remaja Tidak Boleh Dianggap Sepele, Sarankan Hal Ini Perbesar

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Prof Sri Anna Marliyati. (Dok IPB)

BOGORISTIMEWA.com – Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama di kalangan remaja putri. Beberapa waktu lalu dilaporkan, sebanyak 30 persen atau 1.440 remaja putri di Kabupaten Cirebon mengalami anemia.

Menurut dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Prof Sri Anna Marliyati, anemia merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap sepele. Dampaknya yang berkepanjangan, mengharuskan upaya pencegahan anemia perlu dilakukan, salah satunya melalui edukasi yang terus-menerus.

“Anemia dapat terjadi karena kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat. Jenis anemia yang paling umum adalah anemia akibat kekurangan zat besi, yang biasanya disebabkan oleh rendahnya asupan makanan yang kaya zat besi, terutama dari pangan hewani yang lebih mudah diserap tubuh,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika seorang remaja wanita mengalami anemia, pada saat masuk masa dewasa, siklus menstruasinya tidak akan teratur dan mengganggu masa subur.

“Pada umumnya, banyak remaja mungkin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami anemia. Pada saat menstruasi, dia merasa pusing, lemas dan seterusnya. Hal itu dikarenakan hemoglobin (Hb)-nya rendah,” tuturnya.

Ia menyarankan beberapa makanan yang dapat mencegah dan mengatasi anemia pada remaja. “Harus banyak mengonsumsi pangan sumber zat besi, lebih bagus pangan hewani karena lebih mudah diserap oleh tubuh seperti hati, daging sapi, dan pangan hewani lainnya,” jelasnya.

Lanjutnya, jika dirasa pangan hewani terlalu membebani secara ekonomi karena harganya yang relatif mahal, bisa digantikan dengan mengonsumsi pangan nabati sumber zat besi seperti kedelai, kacang hijau, sayuran hijau, dan lainnya.

“Namun, untuk pangan nabati perlu pendorong agar penyerapannya optimal oleh tubuh. Misalnya dibarengi dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin C seperti jeruk, jambu biji dan buah-buahan lainnya. Suplemen tambah darah (tablet tambah darah) juga perlu dikonsumsi seminggu sekali agar Hb tetap normal jika asupan dari makanan tidak mencukupi,” paparnya.

Dosen Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University ini juga mengungkapkan, anemia pada remaja dapat berdampak negatif terhadap produktivitas belajar, menyebabkan sulit fokus, mudah lelah, dan akhirnya menurunkan kinerja akademik.

“Seorang remaja wanita yang mengalami anemia dan kemudian menjadi seorang ibu hamil dengan anemia, maka berisiko melahirkan bayi dengan kondisi lemah, bahkan dalam kasus tertentu dapat berujung pada keguguran, pendarahan selama kehamilan, persalinan prematur, gangguan janin, gangguan persalinan dan masa nifas” ujar Dr Anna.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika seorang ibu hamil melahirkan bayi dalam kondisi anemia, kemungkinan besar anak tersebut akan memiliki intelligence quotient (IQ) yang rendah, yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

“Saat ini, masih banyak remaja yang kurang memahami dan kurang peduli terhadap kesehatan, khususnya anemia. Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan, mengingat dampak anemia bisa serius dan berkepanjangan,” tambahnya. (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya