Menu

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Tidak Terurus, Fasilitas di Situ Kemang Senilai Rp 4,9 Miliar Kumuh

badge-check

Tidak Terurus, Fasilitas di Situ Kemang Senilai Rp 4,9 Miliar Kumuh Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Fasilitas di Situ Kemang, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor tidak terurus. Bahkan warga menduga jika salahsatu fasilitas yang dibangun oleh Provinsi Jawa Barat (Jabar) itu dijadikan tempat mesum.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pengunjung situ kemang asal Kecamatan Parung Rosid. Dia menagku pernah melihat muda mudi sampai malam masih nongkrong di foodcourt. Bahkan beberapa kali terlihat keluar masuk toilet diduga untuk melakukan aksi mesum.

“Saya pernah lihat muda mudi nongkrong dan keluar dari toliet berbarengan diduga melakukan mesum. Sayang sekali harus ada penjagaan, jangan dibangun tapi tidak dirawat coba pengelolaan ini dipegang oleh Desa atau pemuda saya yakin bisa sangat menjanjikan,” katanya kepada wartawan, Kamis (13/3/25).

Sementara itu, Ketua DPK KNPI Kecamatan Kemang, Abdul Jalil Zein menuturkan bahwa untuk pengelolaan fasilitas di situ kemang itu sampai saat ini tidak jelas.

“Tidak jelas dengan kepengelolaanya (fasilitas situ kemang). Apakan ini di kelola oleh Provinsi, Kabupaten Bogor apa oleh Kecamatan. Sampai saat ini tidak jelas,” tutur Jalil.

Jalil sangat menyayangkan dengan tidak adanya tanggungjawab dari pemerintah. Padahal, pembangunan fasilitas tersebut memakan uang negara yang cukup banyak yakni sebesar Rp 4,9 Miliar.

Pembangunan fasilitas dengan nama proyek Revitalisasi Penataan Destinasi Situ Kemang, yang dikerjakan oleh CV. Pratama Sakti Internusa pada 2023 ini bahkan terkesan dikerjakan asal-asalan.

“Padahal Proyek untuk membangun area foodcourt dan area olahraga yang menelan biaya APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2023 sebesar Rp 4,9 Milyar. Tapi sekarang kondisinya kumuh dan dikeluhkan oleh warga,” tutur Jalil.

Saat ini, kata Jalil, beberpa fasilitas sudah nampak rusak dan ditumbuhi rumput liar. Dia sangat menyayangkan dengan anggaran yang cukup besar itu, namun tidak ada perawatan. 

“Sayang aja bukan uang sedikit utuk proyek ini. Lihat saja banyak sekali tumbuhan liar di area setu. Bahkan beberapa bagia drainase sudah rusak, fasilitas mini soceer sudah rusak, kamar mandi dan stand pedagan sudah rusak,” tandasnya. (Dyon) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Jul 2026 - 13:38 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Jul 2026 - 10:25 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Jun 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Jun 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal
Trending di Bogor Raya