Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Ketua DPRD Sastra Winara Minta Pemkab Bogor Sediakan Tempat untuk PKL Usai di Relokasi

badge-check

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara ngaku jadi korban SPBU curang di Jalur Alternatif Sentul. (Foto: Erwin) Perbesar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara ngaku jadi korban SPBU curang di Jalur Alternatif Sentul. (Foto: Erwin)

BOGORISTIMEWA.com -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengku sangat mendukung upaya penataan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor.

Ia menegaskan, bahwa penataan harus dilakukan secara tertib dan manusiawi, dengan memastikan ketersediaan tempat relokasi sebelum penertiban dilakukan.

“Kami dari DPRD tentu sangat mendukung penertiban pasar yang memang seharusnya tidak menjadi tempat berjualan. Apalagi kawasan Cibinong adalah pusat pemerintahan dan pintu masuk Kabupaten Bogor,” ujar Sastra, Selasa (15/4/25).

Namun, lanjut Sastra, penataan tidak boleh dilakukan tanpa perencanaan yang matang, khususnya dalam hal penyediaan lokasi pengganti bagi para pedagang.

“Jangan sampai pedagang digusur tapi pemerintah belum menyiapkan tempat. Itu justru akan menimbulkan masalah sosial,” jelasnya.

Sastra menyebut, bahwa pada beberapa pasar, masih terdapat kios-kios yang masih belum terisi secara menyeluruh.

Oleh karena itu, lanjut Sastra, pihaknya mendorong agar Pemkab Bogor segera melakukan koordinasi dengan pengelola pasar seperti Pasar Tohaga serta aparat dari Polres dan Kodim untuk memastikan proses relokasi berjalan baik.

Sastra juga menekankan, pentingnya sosialisasi yang menyeluruh sebelum tindakan penertiban dilakukan. Ia mengingatkan agar proses penataan tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah.

“Kami sampaikan tadi, jangan ada tindakan kekerasan. Sosialisasikan dulu secara baik agar masyarakat tidak merasa diabaikan atau diperlakukan tidak adil. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang jelas,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, bahwa penataan ini bukanlah bentuk penggusuran, melainkan upaya penataan yang humanis dan terencana.

“Penataan ini akan kita lakukan secara bertahap. Kita telah melaksanakan rapat-rapat koordinasi. Setelah itu akan dilakukan sosialisasi kepada para pedagang,” ucapnya.

“Kita siapkan dulu kantong-kantong tempat berjualan yang layak, agar para PKL tetap bisa menjalankan kegiatan ekonomi mereka tanpa mengganggu ketertiban umum,” pungkasnya. (**) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

22 Okt 2026 - 18:03 WIB

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin
Trending di Bogor Raya