Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Collection

Dosen IPB University Ungkap Cara Membuat Gorengan Lebih Sehat Tanpa Menghilangkan Cita Rasa

badge-check

Dosen IPB University Ungkap Cara Membuat Gorengan Lebih Sehat Tanpa Menghilangkan Cita Rasa Perbesar

Ilustrasi gorengan. (Pixabay)

BOGORISTIMEWA.com – Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, mengungkapkan berbagai alasan kuat mengapa masyarakat Indonesia begitu lekat dengan budaya makan gorengan.

“Rasa gurih dan tekstur gorengan yang renyah memang cocok dengan lidah orang Indonesia. Selain itu, gorengan mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau,” ucapnya.

Dr Karina menambahkan, sebagai negara penghasil kelapa sawit, Indonesia memiliki akses mudah terhadap bahan baku minyak goreng, yang turut mendorong kebiasaan mengonsumsi gorengan. Praktis dalam pengolahan serta cocok untuk berbagai suasana, gorengan menjadi pilihan makanan yang fleksibel.

Di balik kenikmatannya, konsumsi gorengan secara berlebihan ternyata menyimpan potensi risiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Menurutnya, gorengan mengandung lemak tinggi, terutama asam lemak jenuh dan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan.

“World Health Organization (WHO) merekomendasikan pembatasan asupan lemak jenuh maksimal 10 persen dari total energi harian dan lemak trans kurang dari 1 persen,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan peningkatan asam lambung. Dalam jangka panjang, risiko yang lebih serius seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, stroke, dan kanker bisa mengintai.

Cara yang Lebih Sehat
Meski demikian, Dr Karina mengungkapkan bahwa ada berbagai cara untuk membuat gorengan lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasanya. Di antaranya adalah memilih minyak yang lebih sehat seperti minyak kelapa atau zaitun, menghindari teknik deep frying, menggunakan air fryer, dan mengganti tepung terigu dengan tepung non-gluten seperti tepung beras atau jagung.

Selain itu, lanjut Dr Karina, menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah makanan menyerap terlalu banyak minyak.“Potonglah makanan dalam ukuran kecil agar cepat matang dan tidak menyerap banyak minyak,” tambahnya.

Ia juga menyarankan untuk meniriskan gorengan di atas rak pendingin atau dengan tisu dapur, serta menghindari penggunaan minyak goreng secara berulang.

Terkait keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada usaha penjualan gorengan, Dr Karina mendorong penggunaan pendekatan yang bersifat edukatif.

“UMKM perlu diberdayakan untuk menawarkan gorengan yang lebih sehat dan menjaga kualitas bahan baku serta kebersihan proses produksi,” imbuhnya.

Sementara itu, konsumen juga harus mulai diedukasi agar membatasi konsumsi gorengan dan memilih alternatif yang lebih sehat sebagai bagian dari pola makan seimbang. (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Jul 2026 - 13:38 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan
Trending di Bogor Raya